Aksara24 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hari ini mengumumkan peluncuran Program Magang Instruktur Kursus dan Pelatihan, memperkuat keterampilan instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) khususnya dalam bidang Barista dan Otomotif Sepeda Motor.
“Dalam dunia pendidikan vokasi, peran instruktur LKP sangatlah vital. Mereka menjadi fondasi dalam membangun peserta didik yang berkualitas dan sesuai dengan tuntutan industri,” ungkap Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Nahdiana, dalam konferensi pers di Jakarta. Senin (6/5/24).
Menurut Direktur Nahdiana, program ini bertujuan untuk mengakselerasi transformasi kualitas instruktur LKP, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada pembelajaran peserta didik.
“Kita tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi pasar kerja yang dinamis, tetapi juga memperkaya instruktur dengan pengetahuan terbaru sesuai dengan perkembangan industri,” tambahnya.
Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan kompetensi secara menyeluruh, mulai dari aspek karakter, keterampilan praktis di industri, hingga metode pembelajaran yang efektif.
“Kita ingin memastikan bahwa instruktur LKP memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan industri serta mampu mengadaptasi pembelajaran sesuai dengan perubahan zaman,” tegas Direktur Nahdiana.
Program ini merupakan kelanjutan dari upaya Kemendikbudristek dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sejak tahun 2020. Sejak itu, 354 instruktur kursus telah menjalani magang di 22 industri dengan berbagai keterampilan.
Untuk tahun ini, Kemendikbudristek menjalin kemitraan dengan Indonesia Coffee Academy by Anomali Coffee untuk bidang Barista dan Yamaha Direct Distribution System (DDS) 2 Jawa Barat untuk bidang Teknik Sepeda Motor.
“Kemitraan dengan para pemangku kepentingan industri sangatlah penting untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan program,” kata Direktur Nahdiana.
Donna Elvina, selaku Head of Indonesia Coffee Academy, menyambut baik inisiatif ini. Pelatihan ini akan membekali instruktur dengan keterampilan yang sesuai dengan tren industri kopi saat ini, sehingga mereka dapat memberikan bimbingan yang lebih efektif kepada peserta didik.
Sementara itu, Dodih Sutriono, Service Education Yamaha DDS2 Jawa Barat, menegaskan komitmen Yamaha dalam mendukung pendidikan di Indonesia.
“Kami berharap program ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang otomotif,” katanya.
Program Magang Instruktur ini tidak memungut biaya dan akan berlangsung selama 10 hari. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 5 Mei hingga 16 Mei 2024, dengan pelaksanaan magang direncanakan pada tanggal 3 hingga 14 Juni 2024. (GS)






































Discussion about this post