Aksara24 – Bagi mereka yang telah lama meninggalkan Kabupaten Batanghari, kedatangan kembali mungkin akan mengejutkan dengan transformasi objek wisatanya. Alun-alun Batanghari, yang dahulu dikenal dengan nama Lapangan Garuda, kini menjadi salah satu pusat keramaian baru di Kota Bulian.
Sejak direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar, Alun-alun Batanghari telah menjadi magnet bagi masyarakat.
Setiap sore hingga malam, alun-alun ini dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati suasana baru kota mereka, sementara pedagang kecil juga berjualan di sekitarnya, menambah suasana hidup dan dinamis.
“Sejak ada Alun-alun, Kota Bulian terasa lebih hidup. Dulu, tempat ini sangat sepi, tapi sekarang hampir setiap malam kami nongkrong di sini,” ungkap Wawan, salah seorang warga setempat, saat ditemui pada Kamis (25/07/2024).
Perubahan ini bukan hanya memberi dampak positif pada masyarakat yang tidak perlu lagi mencari hiburan di luar kota, tetapi juga memberikan keuntungan signifikan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Batanghari.
Kabupaten Batanghari, yang resmi berdiri pada 1 Desember 1948, terletak di provinsi Jambi dengan ibukota di Muara Bulian. Menurut data tahun 2023, kabupaten ini memiliki populasi sekitar 312.729 jiwa dengan kepadatan 54 jiwa per km².
Bupati Muhammad Fadhil Arief menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di area Alun-alun Batanghari. Dalam pesannya kepada masyarakat, ia meminta agar semua orang turut menjaga fasilitas yang ada dan mematuhi aturan yang berlaku.
“Mari kita jaga kebersihan, karena ini milik kita semua,” kata Fadhil Arief, yang juga mengingatkan agar perdagangan di area wisata dilakukan dengan tertib.
Dengan perhatian yang terus meningkat pada kebersihan dan pengelolaan yang baik, Alun-alun Batanghari diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata yang menyenangkan bagi semua pengunjung. (Adv)






































Discussion about this post