Aksara24.id – Inflasi Provinsi Jambi pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,46% secara bulanan (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,44% (mtm). Namun, secara tahunan (yoy), inflasi Jambi sebesar 1,43%, masih lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 1,57%. Hal ini terungkap dari data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Warsono, menyatakan bahwa inflasi ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, ikan serai, beras, ikan nila, dan cabai rawit.
“Cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,12%, diikuti ikan serai dan beras masing-masing 0,06%,” ujar Warsono, Senin (13/1/25).
Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit terjadi pasca berakhirnya masa panen raya yang sebelumnya sempat menekan harga. Sementara itu, harga beras naik akibat peningkatan harga di tingkat petani di wilayah Kerinci, terutama untuk kategori beras premium.
Secara lebih rinci, inflasi di Kota Jambi tercatat 0,41% (mtm), dengan cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi sebesar 0,15%. Peningkatan harga cabai rawit, ikan nila, kangkung, dan ketimun turut menyumbang kenaikan inflasi. Namun, penurunan harga angkutan udara (-0,08%) dan vitamin (-0,03%) berhasil menahan inflasi lebih tinggi.
Di Kabupaten Bungo, inflasi bulanan mencapai 0,30% (mtm), didorong oleh kenaikan harga cabai merah, jengkol, dan kangkung. Namun, penurunan harga beras (-0,06%) dan angkutan udara (-0,05%) berhasil menekan inflasi.
Kabupaten Kerinci mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,73% (mtm). Kenaikan harga beras (0,29%) menjadi penyumbang utama, disusul ikan serai dan ikan tongkol. Namun, harga bawang merah yang turun (-0,15%) memberikan sedikit penyeimbang.
Warsono menegaskan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga di tahun 2025.
“Melalui sinergi TPID dan Satgas Pangan, serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), kami berkomitmen menjaga keterjangkauan harga, pasokan, distribusi, dan komunikasi efektif,” jelasnya.
Langkah-langkah seperti intervensi harga, peningkatan pasokan, dan stabilisasi distribusi terus dilakukan untuk memastikan masyarakat Jambi dapat menghadapi tekanan inflasi dengan lebih baik. (Tn/*)






































Discussion about this post