• Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Jendela Informasi Digital
No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
Jendela Informasi Digital

Khianat Menurut Masyarakat Melayu Jambi

Aksara24 by Aksara24
05/11/2023
in Opini
240 12
0
Musri Nauli (Foto: Dok Pribadi)

Musri Nauli (Foto: Dok Pribadi)

PostTweetShareScan

Oleh : Musri Nauli

Ditengah-tengah masyarakat Melayu Jambi, sikap khianat terhadap kebersamaan sering diungkapkan didalam Seloko.

Seperti “Janganlah Telunjuk lurus, kelingking bekait” artinya janganlah lain di kata lain di hati, “Jangan menggunting kain dalam lipatan”, “menohok kawan seiring” artinya jangan menghianati kawan sendiri. “Hendaknyo tibo nampak muko, balik nampak punggung” artinya hendaknya datang secara baik-baik, pergi juga secara baik-baik

Makna “Janganlah Telunjuk lurus, kelingking bekait” dapat diartikan” janganlah lain di kata lain di hati, “Jangan menggunting kain dalam lipatan”, “menohok kawan seiring” artinya jangan menghianati kawan sendiri. “Hendaknyo tibo nampak muko, balik nampak punggung” artinya hendaknya datang secara baik-baik, pergi juga secara baik-baik.

Ada juga yang menyebutkan “Seiya sekato. Beras samo dibeli. Kerak dimakan sorang”.

BacaJuga

Opini : Kriminalisasi Pers, Ketika Kritik ‘Dipenjara’ dengan Pasal Pidana

Mengatasi Perubahan Garis Pantai Melalui Mitigasi Terhadap Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kabupaten Tanjab Timur

Flag Off Mudik Gratis BUMN 2025: Kementerian BUMN Lepas Puluhan Ribu Peserta Mudik ke 200 Kota Tujuan

“Tanggung Jawab Moral sebagai Sesama Manusia”

Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Orang Tua di Tengah Perkembangan Zaman

Menuju Pembangunan Pariwisata Jambi yang Berkelanjutan

Selain itu ada juga menyebutkan “Tidak boleh pepat diluar rencong didalam, tidak boleh budi menyuruk akal merangkak, Menggunting dalam lipatan, tidak boleh menohon kawan seiring, harus sesopan semalu, Dapat samo belabo hilang samo merugi. Samo makan tanah bila telungkup, samo minum air bila telentang”

Rasa rasa kebersamaan, kesetiaan, senasib sepenanggungan, ikrar kesetiaan dikenal didalam berbagai seloko. Ikrar kesetiaan sering juga disebutkan “sumpah setio”. Ada juga yang menyebutkan “Karang setio”.

Berbagai seloko seperti “Ke langit sama dikadah. Ke bumi sama dikutungkan. Darah samo dikacau, daging samo dikimpal”. Atau juga sering disebut ”ada samo dimakan. Dak ado samo ditelan”.

Sebagai ikrar kesetiaan “sepenasib-sepenanggungan” sering disampaikan “ke bukit samo mendaki. Ke lurah samo menurun”. “Seiring-sejalan”

Di Marga Batang Asai Tengah dikenal Bak aur dengan tebing, tebing sayang ke aur, aur sayang dek tebing, tebing runtuh aur tebawo”

Di Marga Kasang Melintang Desa Sungai Baung dikenal “karang Setio” dengan Seloko Sebingkah Tanah. Sekaki Payung. Ke aek Samo-samo di perikan. Ke darat samo-samo di paumo”

Di Marga Sungai Tenang dikenal Hidup “bak bersuku”. Hidup bersuku, Mati Baindu, Suku Tengganai. Ditandai dengan “Ke langit sama dikadah Ke bumi sama dikutungkan, Darah samo dikacau, daging samo dikimpal, Kehilir serentak dayung, kemudik sehentak satang, Kebukit samo mendaki, kelurah samo menurun, Tegak sama tinggi, duduk sama rendah, serumpun bak serai, seinduk bak ayam, Tolong menolong bagai aur dengan tebing, Tudung menudung bagai daun sirih, samo-samo berbenteng dado berkuto betis beranjau, tunjuk menunjuk menghadapi musuh, Tidak boleh pepat diluar rencong didalam, tidak boleh budi menyuruk akal merangkak, Menggunting dalam lipatan, tidak boleh membohong kawan seiring, harus sesopan semalu, Dapat samo belabo hilang samo merugi. Samo makan tanah bila telungkup, samo minum air bila telentang.

Di Bungo dikenal hati gajah sama dilapah, hati tungau sama dicecah. Bak “saluko adat Berat samo dipikul ringan samo dijinjing, kebukit samo mendaki kelurah samo menurun. ado samo dimakan idak samo dicari, seciap bak ayam. sedencing bak besi, kok malang samo merugi. bak balado samo mendapat. serta terendam samo basah. terampai samo kering.

Kesemuanya melambangkan kesatuan masyarakat antara satu dengan yang lain. Tidak terpisahkan. Bak “serumpun.

Kesemua ikrar kemudian ditandai dengan symbol-simbol di panji-panji lambang Kabupaten. Di Kabupaten Sarolangun kemudian berikrar “”Sepucuk Adat Serumpun Pseko”. Kabupaten Bungo kemudian ditandai dengan “Langkah Serentak Limbai Seayun”. Kabupaten Tebo “Bumi Serentak Galah Serengkuh Dayung”. Kabupaten Batanghari “Serentak Bak Regam”. Kabupaten Muara Jambi “Sailun Salimbai”. Kabupaten Tanjung Jabung Timur “Sepucuk Nipah Serumpun Nibung. Kabupaten Tanjung Jabung Barat “Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan”. Kotamadya Sungai Penuh “Sahalun Suhak Salatuh Bdei”.

Sedangkan Kabupaten Kerinci mengusung Motto “Sakti Alam Kerinci”. Kabupaten Merangin “Tali Undang Tambang Teliti. Dan Kotamadya Jambi “Tanah Pilih Pesako Betuah. Keseluruhan Kabupaten di Jambi kemudian mengilir ke Sungai Batanghari yang kemudian dikenal “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah’. Motto yang kemudian terdapat di Lambang Provinsi Jambi.

Kebersamaan, kesetiaan, senasib sepenanggungan merupakan cermin masyarakat Melayu Jambi. Ikrar kesetiaan yang dikenal sebagai “sumpah setio” ditandai dengan Seloko “Ke langit sama dikadah. Ke bumi sama dikutungkan. Darah samo dikacau, daging samo dikimpal. Atau juga sering disebut ”ada samo dimakan. Dak ado samo ditelan”.

Sebagai ikrar kesetiaan “sepenasib-sepenanggungan” sering disampaikan “ke bukit samo mendaki. Ke lurah samo menurun”. “Seiring-sejalan”

Di Marga Batang Asai Tengah dikenal Bak aur dengan tebing, tebing sayang ke aur, aur sayang dek tebing, tebing runtuh aur tebawo.

Di Marga Kasang Melintang Desa Sungai Baung dikenal “karang Setio” dengan Seloko Sebingkah Tanah. Sekaki Payung. Ke aek Samo-samo di perikan. Ke darat samo-samo di paumo”.

Di Marga Sungai Tenang di Desa Tanjung Mudo. Desa Gedang, Desa Tanjung Alam, Desa Tanjung Benuang dikenal Hidup “bak bersuku”. Hidup bersuku, Mati Baindu, Suku Tengganai. Ditandai dengan “Ke langit sama dikadah Ke bumi sama dikutungkan, Darah samo dikacau, daging samo dikimpal, Kehilir serentak dayung, kemudik sehentak satang, Kebukit samo mendaki, kelurah samo menurun, Tegak sama tinggi, duduk sama rendah, serumpun bak serai, seinduk bak ayam, Tolong menolong bagai aur dengan tebing, Tudung menudung bagai daun sirih, samo-samo berbenteng dado berkuto betis beranjau, tunjuk menunjuk menghadapi musuh, Tidak boleh pepat diluar rencong didalam, tidak boleh budi menyuruk akal merangkak, Menggunting dalam lipatan, tidak boleh membohong kawan seiring, harus sesopan semalu, Dapat samo belabo hilang samo merugi. Samo makan tanah bila telungkup, samo minum air bila telentang.

Begitu agungnya nilai-nilai ditengah masyarakat tentang sepenasib-sepenanggungan”, maka terhadap khianat terhadap kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat maka dapat dijatuhi sanksi yang cukup berat.

Berbagai seloko kemudian menempatkan sebagai “ingkar” sebagai hukuman yang paling berat (Terberat). Sebagaimana seloko “ingkar kepada negeri, serah kepada Rajo”, “keras tidak tertarik. Lembut dak tesidu. Cacah dalam tekurung. Buanglah ke arus yang mendengung. Buanglah ke bungkul nan piawai. Digantung dak betali. Berbantal bane. Bebapak kepada rimau. Beinduk kepada Kuaow. Menyerahkan buntang kepada Langau.

Ada juga menyebutkan “Humo betalang jauh. Pusako mencil”

Marga Tungkal Ulu, Pengingkaran terhadap sanksi ditandai dengan seloko “digantung tinggi, dibuang jauh”. Di tempat lain sering juga disebut didalam seloko “tinggi tidak dikadah. Rendah Tidak dikutung”. Seloko ini dapat dijumpai di Marga Luak XVI di hulu Kabupaten Merangin yang sering disebutkan “Plali” sebagaimana seloko ”Bebapak pado harimau, Berinduk pada gajah. Berkambing pada kijang. Berayam pada kuawo”. Dalam bahasa sehari-hari sering juga disebut “orang buangan’. Orang yang tidak perlu diurus di kampong karena tidak mau menaati sanksi yang telah dijatuhkan.

Sedangkan Proses yang kemudian diserahkan kepada Rajo atau pemangku Batin sering disebutkan didalam seloko “Gajah yang begading. Rimau yang bebelang dan ombak yang bederuh”.

Pengingkaran terhadap sanksi ditandai dengan seloko “digantung tinggi, dibuang jauh”. Di tempat lain sering juga disebut didalam seloko “tinggi tidak dikadah. Rendah Tidak dikutung”.

Seloko ini dapat dijumpai di Marga Luak XVI di hulu Kabupaten Merangin yang sering disebutkan “Plali” sebagaimana seloko ”Bebapak pado harimau, Berinduk pada gajah. Berkambing pada kijang. Berayam pada kuawo”. Dalam bahasa sehari-hari sering juga disebut “orang buangan’. Orang yang tidak perlu diurus di kampong karena tidak mau menaati sanksi yang telah dijatuhkan,.

Seloko sering juga dihubungkan dengan sumpah (kutukan) Rajo Jambi, Datuk Berhalo aebagaimana dituliskan oleh Prof. Dr. S Budhisantoso, dkk didalam bukunya Kajian Dan Analisa Undang-undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi “tinggi tidak dikadah. Rendah tidak dikutung. Tengah-tengah dimakan Kumbang.

Dalam praktek sehari-hari dikenal dengan istilah “orang buangan”. “Sakit dak diurus, mati dak dikuburkan”.

Begitu besar hukuman yang diberikan kepada khianat maka begitu banyak nilai-nilai seloko yang menggambarkan bagaimana agar perilaku masyarakat tidak dibenarkan untuk menjadi khianat.

Penulis Advokat yang tinggal di Jambi

Previous Post

Kenduri Budayo 2023 BI di Candi Muaro Jambi Promosikan Wisata Budaya dan Sejarah di Jambi

Next Post

Tragis! Ayah dan Anak Tega Lakukan Pembunuhan karena Dendam

Next Post
Pihak kepolsian melakukan olha TKP di lokasi penemuan mayat di Desa Maro Sebo, Sabtu (04/11/2023) (Dok. Polsek Jaluko)

Tragis! Ayah dan Anak Tega Lakukan Pembunuhan karena Dendam

Kegiatan Ngeneng Budayo Part I yang diselenggrakan beberapa waktu (Dok. Syahredy)

Sanggar Seni Bako Lantang Kembali Gelar Kegiatan Budaya Ngneng Budayo Part II

Gubernur Jambi, Al Haris, didampingi Kepala Dinas Kominfo Ariansyah meninjau langsung malam final Cabang Tilawah Al-Qur’an untuk Golongan Dewasa, di Arena Utama STQH XXVII H. Abdoerahman Sayoeti Provinsi Jambi, Minggu (05/11/2023) (Dok. Sandra)

Gubernur Al Haris Saksikan Final Tilawah Al-Qur’an Golongan Dewasa

SEVP Human Capital Bank Muamalat, Riksa Prakoso (Dok. Bank Muamalat)

Bank Muamalat Berikan Beasiswa Pendidikan kepada Anak Karyawan

Polda DIY Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga di Pos Pol lalinGardu Anim, Teteg Malioboro, Ngabean, dan Gondomanan, Sabtu (04/11/2023). (Dok. Humas Polda DIY)

Polda DIY Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga yang Membutuhkan

Discussion about this post

STATISTIK

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Bahaya Penyalahgunaan Pil Samcodin di Kalangan Remaja

11/01/2025
Polsek sungai gelam saat melakukan razia balap liar di jalan baru (Foto: ist)

Polsek Sungai Gelam Razia Balap Liar Wilayah Jembatan Aro

07/04/2022

DPO Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu di Karang Dapo Ditangkap di Rejang Lebong

06/01/2025
Foto ; Ilustrasi./Net

Heboh! Adanya Kabar Aungan Harimau di Paal 8 Sungai Gelam

06/04/2022

Polisi Buru Tersangka Pembunuhan di Desa Karang Dapo

20/12/2024
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto. (Dok. Humas Polda Jambi)

Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

08/04/2023
Kepala Desa Simpang Jeliat saat Terjaring Razia (foto; Juan)

Polda Jambi Akan Lakukan Proses Assessment ke BNNP Untuk Kades Simpang Jelita

19/12/2021

Polisi Kawal Massa, Redam Ketegangan di Kediaman Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu

07/01/2025
Tim Opsnal Resmob Polda Jambi, Polresta Jambi dan Polres Muaro Jambi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Pasar Angso Duo (foto: Ist)

Sempat Lari ke Rimbo Antui Muaro Medak, Pelaku Pembunuhan di Angso Duo Diringkus

22/01/2022
Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Dok.Ediusman)

Dinilai Lamban Proses Hukum, Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejari Nisel

19/02/2024
Foto : Ilustrasi/Net

Mencekam, Cerita Pelajar yang Selamat dari Geng Motor Beraksi Begal

0
Kapolresta Jambi, Eko Wahyudi (foto : Juan)

Beringas, Geng Motor Bacok Pelajar yang Hendak Membeli Nasi Uduk

0
Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov (foto : Ist)

Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

0
Kapolsek Maro Sebo, Iptu T Zebua saat berada dilokadi kebakaran (foto: Juan)

Kebakaran Lahan Kosong di Jalan Lintas Jambi – Sabak Berhasil Dipadamkan

0
Pelaksanaan  Vaksinasi Massal  Polres Muaro Jambi  (foto: GA)

Percepat Capaian Herd Immunity, Polres Muaro Jambi Kembali Gelar Vaksinasi Massal

0
Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021 (foto: Ist)

Danrem 042/Gapu Pimpin Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021

0

Kasrem 042/Gapu Berangkatkan 156 Pemuda Jambi Seleksi Secata PK TNI AD Tingkat Pusat

0
Polda Jambi Gelar vaksinasi Sampai Pelosok Desa (foto: Ist)

Gencar Laksanakan Vaksinasi Massal, Polda Jambi Sasar Masyarakat Sampai Pelosok Desa

0
Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIk saat menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla (Foto; Ist)

Kapolda Jambi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla

0
Rapat paripurna dengan agenda pengambilan sumpah Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jambi sisa jabatan 2019-2024, Samsul Riduan  (foto:Ndi)

Samsul Riduan Resmi Jabat Anggota DPRD Provinsi Jambi Gantikan Zainul Arfan

0

Siapkan Ramadan, Satuan PJR Ditlantas Polda Bengkulu Bersihkan Masjid Al Fattah

17/02/2026

Reses Perdana 2026, Rahmad Mulyadi, S,Sos,.M.M Serap Aspirasi Warga Dapil I Kota Bengkulu

17/02/2026

Reses di Pintu Batu, Legislator Rodi Soroti Krisis Sampah dan Janji Perjuangkan Infrastruktur 2027

17/02/2026

PT Sinatria Inti Surya: Proyek Jalan Rp19,47 Miliar di Mukomuko Sudah Sesuai Perencanaan dan Rampung Total

10/01/2026

WARGA TANJUNG MULYA SP9 CATAT SEJARAH, AMBULAN DESA DIBELI DARI SWADAYA

08/01/2026

MERAJUT KEBERSAMAAN, MENJAHIT SOBEKAN PERSAUDARAAN: PPWI SIAP HADAPI TAHUN 2026 DENGAN SOLIDITAS YANG LEBIH MENDASAR

01/01/2026

RENCANA ALIRAN AIR IRIGASI MANJUNTO KIRI HARI INI; PROYEK BWS PRIMER YANG BELUM SELESAI TIDAK MENIMBULKAN KENDALA

01/01/2026

Wakil Bupati Kaur Hadiri Paripurna Pelantikan PAW Anggota DPRD Kaur

31/12/2025

SIAP AMANKAN NATARU, KODIM 0428/MUKOMUKO BERSAMA FORKOPIMDA MUKOMUKO TINJAU POS PENGAWASAN DAN GEREJA DI WILAYAHNYA

31/12/2025

KODIM 0428/MUKOMUKO AWASI PEMBANGUNAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH, PROGRES CAPAI 21% DENGAN TARGET TEKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

31/12/2025

Disclaimer | Hak Jawab dan Koreksi Berita | Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional

JL. Apli RT 37 Kel. Paal Merah Kec. Paal Merah Kota Jambi Kode Pos 36139 Email : aksara24.id@gmail.com Phone / WA : 0811-748-2424|©2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In