Aksara24.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan aplikasi berbasis big data analytics bernama OJK Suptech Integrated Analytics Data (OSIDA) PMDK. Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan investor di pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya teknologi dalam pengawasan keuangan.
“OSIDA PMDK akan membuat pengawasan lebih cepat, efisien, dan komprehensif. Ini bagian dari upaya kami memastikan pasar modal yang teratur dan adil,” ujarnya saat acara peluncuran di Kantor OJK, Jakarta.
Aplikasi ini mendukung agenda prioritas OJK dalam memperkuat sektor jasa keuangan melalui teknologi. Dengan OSIDA PMDK, OJK dapat mengumpulkan dan menganalisis data pasar modal secara lebih mendalam.
Selain itu, OSIDA PMDK juga sejalan dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027, terutama dalam hal penguatan infrastruktur pengawasan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pasar modal yang transparan dan aman bagi para investor,” tambah Inarno.
Ke depan, OSIDA PMDK tidak hanya akan memantau pasar modal, tetapi juga akan terhubung dengan berbagai sektor keuangan lainnya seperti perbankan, asuransi, dana pensiun, serta aset digital dan kripto. Inarno mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan data dengan penuh tanggung jawab.
Saat diluncurkan, OSIDA PMDK sudah dilengkapi dengan fitur Investor Profile dan PE Segmentation. Tahun ini, akan ditambahkan fitur Market Manipulation Recognition, Analysis Market Driven, dan Behavior Investor Perusahaan Efek.
Tak hanya itu, OJK juga merencanakan pengembangan fitur canggih lainnya, seperti identifikasi fraud, alert monitoring, serta pemanfaatan machine learning dan Gen AI untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
Dengan hadirnya OSIDA PMDK, OJK berharap ekosistem pasar modal Indonesia semakin solid dan terlindungi dari berbagai risiko.
“Kami ingin memberikan rasa aman bagi investor dan memastikan pasar modal Indonesia semakin maju dengan teknologi,” tutup Inarno.
Peluncuran ini juga dihadiri oleh para pimpinan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menandai komitmen bersama dalam penguatan ekosistem pasar modal di Indonesia. (Hen)






































Discussion about this post