Kaur,Aksara24.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kaur dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di SPBU dan Pertashop serta lonjakan harga di tingkat pengecer.
Menurut keterangan sejumlah warga, mereka belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan tersebut.
Namun, dugaan mengarah pada terhambatnya distribusi BBM akibat pendangkalan Pelabuhan Samudera Pulau Bai di Kota Bengkulu, yang mengakibatkan kapal tanker pengangkut BBM tidak bisa bersandar.
Dampak kelangkaan ini paling terasa di harga BBM eceran yang dijual bebas di masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax di tingkat pengecer kini dijual antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, bahkan lebih di beberapa titik.
Warga mengaku resah dan kecewa, mengingat kebutuhan BBM sangat vital untuk aktivitas harian, baik untuk transportasi maupun sektor usaha.
Selain terhambatnya distribusi, warga juga menduga adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang turut memperburuk situasi.
“Kami meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki dugaan tersebut dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dengan memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan pasokan kembali normal. (Jhr)






































Discussion about this post