Mukomuko, Aksara24.id – Warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko, kembali menyoroti persoalan serius terkait keberadaan kabel listrik tegangan tinggi yang melintang di atas pemukiman dan bangunan sekolah tanpa tiang penyangga standar.
Kondisi ini telah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan sampai saat ini belum mendapat penanganan dari pihak PLN setempat.
Hidayat, salah satu tokoh masyarakat desa, menilai kabel-kabel listrik yang menjuntai rendah dan menggantung di antara rumah warga hingga bangunan SD Negeri 01 Lubuk Sanai, berpotensi besar membahayakan keselamatan.
Ia menyebut, beberapa kabel bahkan bersandar pada kandang ternak dan menyentuh tanah akibat tiang penyangga yang lapuk dan tidak sesuai standar keselamatan.
“Kami sudah menyampaikan persoalan ini ke Pemerintah Desa. Namun sampai sekarang belum terlihat tindakan nyata dari pihak PLN. Jangan sampai harus ada korban jiwa dulu baru masalah ini ditangani,” tegas Hidayat saat ditemui di lokasi.
Hidayat juga mengatakan bahwa kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat jam istirahat anak-anak sekolah.
Banyak siswa yang bermain di sekitar area kabel tanpa mengetahui bahayanya.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa masalah ini tidak bisa ditunda lebih lama.
Pemerintah Desa Lubuk Sanai mengaku telah menanggapi keluhan warga.
Mereka menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan resmi kepada PLN Mukomuko agar segera membangun tiang listrik yang sesuai standar.
Namun hingga akhir Mei ini, permohonan tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami sudah kirim proposal ke PLN. Permintaan ini tidak hanya soal estetika, tapi soal keselamatan. Kami pun tidak tahu kenapa belum ada tindak lanjut dari mereka,” kata salah satu perangkat desa.
Warga berharap pemerintah daerah dan wakil rakyat di DPRD Mukomuko bisa mengambil langkah konkret.
Mereka meminta agar pihak terkait segera turun tangan dan memastikan jaringan listrik di wilayah mereka aman, terutama bagi anak-anak sekolah dan lebih dari 20 kepala keluarga yang terdampak.
“Kami hanya ingin hidup tenang dan aman. Ini soal nyawa. Jangan tunggu korban dulu baru ada gerakan,” ujar Hidayat menutup pernyataannya.






































Discussion about this post