Mukomuko, Aksara24.id — Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai mengambil langkah konkret untuk menjaga kelestarian sumber daya laut melalui pelatihan modifikasi alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program prioritas Dinas Perikanan tahun 2025, menyasar nelayan yang masih menggunakan pukat jenis trawl dan sejenisnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Mukomuko, Warsiman, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu serta tenaga ahli dari pemerintah pusat.
Para narasumber akan memberikan materi teknis terkait standar alat tangkap yang tidak merusak ekosistem laut.
“Kami ingin nelayan memahami pentingnya alat tangkap ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya edukatif, tapi juga memberi solusi konkret dengan memodifikasi langsung alat tangkap mereka,” ujar Warsiman, Jumat (1/8/2025).
Modifikasi yang dilakukan mencakup penggantian rantai kejut menjadi pemberat timah, perubahan bentuk kantong dari ketupat menjadi kotak, serta penyesuaian ukuran mata jaring dari satu inci ke dua inci.
Langkah-langkah ini bertujuan menghindari penangkapan ikan kecil yang belum layak panen dan menjaga regenerasi sumber daya laut.
Dinas Perikanan menargetkan pelatihan ini menjangkau nelayan di Desa Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya, serta sejumlah nelayan di Kecamatan Kota Mukomuko.
Wilayah ini dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak dan keterbatasan anggaran pelatihan.

Warsiman berharap pelatihan ini mampu membuka wawasan nelayan terhadap praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab.
Ia menambahkan bahwa dengan alat tangkap yang sesuai standar lingkungan, nelayan tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga meningkatkan potensi hasil tangkapan jangka panjang.
Salah satu nelayan dari Teramang Jaya, Taufik, menyambut positif rencana ini. Ia mengaku siap mengikuti pelatihan jika itu berdampak baik pada hasil tangkapan dan kelangsungan laut tempat mereka menggantungkan hidup.
“Kalau bisa hasil tangkapan tetap bagus, tapi laut tidak rusak, kami sangat mendukung,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Mukomuko menunjukkan komitmen terhadap perikanan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan pesisir.
Program ini diharapkan menjadi awal dari perubahan pola tangkap di kalangan nelayan tradisional menuju praktik yang lebih ramah laut. (Adv/HS)






































Discussion about this post