Kota Blitar, Aksara24.id – Pemerintah Kota Blitar terus berupaya meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat.
Hal ini diwujudkan melalui sosialisasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar pada Selasa (19/8/2025). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin, atau yang akrab disapa Mas Ibin.
Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa usaha makanan dan minuman di Kota Blitar harus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ketat.
“Produk makanan maupun minuman tidak hanya soal rasa, tapi juga harus terjamin kebersihannya, memiliki ketahanan yang baik, dan tentu saja legalitas melalui izin edar dan usaha,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikasi SLHS menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi konsumen sekaligus mendorong pelaku usaha agar meningkatkan kualitas produk. Mas Ibin menilai, dengan adanya SLHS, kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal akan semakin meningkat.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar.
Tidak hanya itu, beberapa instansi lain turut berkolaborasi, di antaranya BPOM Kediri, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar.
Kolaborasi lintas instansi ini, menurut Mas Ibin, sangat penting dalam mewujudkan ekosistem usaha kuliner yang sehat, aman, dan berdaya saing.
“Dengan dukungan berbagai pihak, saya optimis pelaku usaha kuliner di Kota Blitar bisa naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ratusan pelaku usaha makanan dan minuman hadir dalam sosialisasi tersebut. Mereka mendapat pembekalan seputar standar sanitasi, tata cara memperoleh sertifikat SLHS, serta mekanisme pengawasan produk pangan.
Di akhir acara, Walikota Blitar berharap para pelaku usaha tidak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi juga benar-benar menerapkan standar kebersihan dalam usaha mereka.
“Saya ingin semua produk kuliner Kota Blitar punya daya saing tinggi dan tetap menjaga kepercayaan konsumen. Karena ketika produk kita bersih dan sehat, masyarakat pun lebih bangga mengonsumsinya,” pungkasnya.(Iwan/Kmf/adv)






































Discussion about this post