Kaur,Aksara24.id – Kepala Desa (Kades) Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, menegaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya tidak benar dan diduga bermuatan pemerasan.
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah media online pda (8 Mei 2025) dan (7 September 2025), memberitakan isu dugaan perselingkuhan yang melibatkan dirinya.
“Semua tuduhan yang ada di dalam pemberitaan itu tidak benar. Saya merasa dijebak,” kata Kades Tanjung Agung kepada awak media, Minggu (7/9/2025).
Menurutnya, persoalan berawal dari kiriman foto yang dikirim seorang jurnalis dari Semaku.net berinisial L melalui WhatsApp beberapa bulan lalu. Foto itu kemudian dijadikan alat untuk meminta uang agar tidak dipublikasikan.
“Awalnya dia minta Rp20 juta, lalu turun jadi Rp10 juta. Saya belum sanggup memenuhi permintaan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Jumat (6/9/2025), L kembali menghubunginya melalui pesan WhatsApp dan meminta Rp9 juta. Permintaan itu kemudian dinegosiasi menjadi Rp8 juta dengan imbalan penghapusan berita dan tidak menyebarkan informasi ke grup WhatsApp.
“Dia kirim nomor rekening atas nama Putri Ginta Amanah, bukan atas nama dia pribadi. Saya sempat transfer Rp1 juta pada Sabtu sore (6/9/2025), sekitar pukul 16.55 WIB, tapi uang itu mau dikembalikan karena saya belum sanggup melunasi Rp8 juta sesuai permintaan,” kata Kades.
Ia mengungkapkan, sejak awal dirinya merasa dijebak. Ia menceritakan kronologi kejadian, yang menurutnya hanya sebatas dipeluk oleh seorang perempuan setelah diajak masuk ke sebuah kamar.
“Saya tidak tahu kalau ada alat perekam atau CCTV di kamar itu. Saya menduga ini sudah direncanakan,” tegasnya.
Kades Tanjung Agung berharap aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas dugaan pemerasan ini.
“Saya berharap APH segera turun tangan untuk memeriksa kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya. (Jhr)






































Discussion about this post