Aksara24.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) tetap kuat. Stabilitas ini pun berkontribusi mempertahankan kinerja perekonomian nasional di tengah masih tingginya ketidakpastian global.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata mengatakan, di tengah dinamika perekonomian global, indikator perekonomian Jambi tetap tumbuh positif pada Juli 2023.
Hal ini tak terlepas dari peran OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, melalui 7 Program Unggulan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) oleh OJK di Wilayah Pedesaan.
Terbukti, dengan kolaborasi yang diciptakan oleh OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di wisata Kampung Laut, Kabupaten Tanjab Timur, Provinsi Jambi, pertumbuhan ekonomi Jambi pada Q2-2023 tumbuh sebesar 4,81 persen dibandingkan Q1- 2023 (q-to-q) yang diikuti dengan inflasi yang masih terkendali pada bulan Juli 2023 sebesar 1,15 persen yang berada jauh di bawah inflasi nasional 3,08 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu Lembaga Jasa Keuangan semakin percaya diri untuk mengoptimalkan pemasaran produk dan fungsi intermediasi. OJK Jambi juga terus berkomitmen untuk menjaga sektor jasa keuangan agar tetap stabil ditopang permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.
“Kinerja intermediasi Bank Umum (BU) cenderung stabil dan tumbuh pada Juli 2023, begitupun kredit tumbuh sebesar 3,87 persen yoy menjadi Rp47,59 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 1,02 persen (yoy), Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat tumbuh sebesar 108,08 persen, lebih tinggi dari LDR BU nasional sebesar 83,72 persen,dengan kualitas kredit yang masih terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,04 persen yang berada di bawah rasio NPL nasional sebesar 2,49 persen pada Juli 2023, “jelas Yudha Nugraha Kurata,Sabtu (09/09/2023). (Sa)






































Discussion about this post