• Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Jendela Informasi Digital
No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
Jendela Informasi Digital

Bangsa Petarung

Aksara24 by Aksara24
15/09/2023
in Opini
247 5
0
Musri Nauli (Dok. otoy)

Musri Nauli (Dok. otoy)

PostTweetShareScan

Oleh : Musri Nauli

Akhir-akhir ini, tema Melayu menarik perhatian publik ketika tanah Melayu yang Sudah lama didiami kemudian dicaplok dengan alasan investasi.

Terlepas dari bagaimana negara memandang investasi, namun membicarakan Melayu tidak dapat dipisahkan dengan sejarah panjang peradaban yang mesti harus dilihat utuh.

Secara fenomologis, Melayu merupakan sebuah entitas kultural (Malay/Malayness sebagai cultural termn/terminologi kebudayaan). Masyarakat Melayu pada dasarnya dapat dilihat (a) Melayu pra-tradisional, (b) Melayu tradisional, (c) Melayu Modern.

Dilihat dari kategorinya, maka masyarakat Melayu dapat diklasifikasikan dalam Melayu tradisional. Menurut Yusmar Yusuf, kearifan dan tradisi Melayu ditandai dengan aktivitas di Kampung. Kampung merupakan pusat ingatan (center of memory), sekaligus pusat suam (center of soul). Kampung menjadi pita perekam tradisi, kearifan lokal (local wisdom).

BacaJuga

Opini : Kriminalisasi Pers, Ketika Kritik ‘Dipenjara’ dengan Pasal Pidana

Mengatasi Perubahan Garis Pantai Melalui Mitigasi Terhadap Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kabupaten Tanjab Timur

Flag Off Mudik Gratis BUMN 2025: Kementerian BUMN Lepas Puluhan Ribu Peserta Mudik ke 200 Kota Tujuan

“Tanggung Jawab Moral sebagai Sesama Manusia”

Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Orang Tua di Tengah Perkembangan Zaman

Menuju Pembangunan Pariwisata Jambi yang Berkelanjutan

Selain itu juga dalam konsepsi Socifactual ditandai dengan bentuk kehidupan sosial kemasyarakat seperti kerapatan adat.

Sistem mata pencarian adalah petani. Walaupun kemudian juga dikenal mata pencarian sebagai nelayan. Orientasi ruang merujuk kepada sungai. Hal ini disebabkan karena kawasan perairan merupakan sumber kehidupan sekaligus gerbang untuk berhubungan dengan negeri-negeri jauh.

Dengan demikian, maka kawasan perairan bagi Melayu adalah halaman depan. Sedangkan halaman belakang adalah kawasan hutan yang memberi kehidupan dan melindungi mereka.

Rumpun Melayu termasuk kedalam 9 suku yang dominan dari 650 suku di Indonesia. Zulyani Hidayah didalam Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia menunjukkan terdapat lebih kurang 658 suku di Nusantara. Dari enam ratusan, 109 kelompok suku berada di belahan barat, sedangkan di Timur terdiri dari 549 suku. 300 berada di Papua.

Sejarah panjang masyarakat Melayu tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang perabadan masyarakat melayu itu sendiri. Berbagai ornamen sejak zaman Megalitikum hingga Islam modern, masyarakat Melayu tidak dapat dipisahkan.

Berbagai catatan sejarah menunjukkan, berbagai peradaban baik dimulai dari zaman Megalitikum, Budha, Hindu, Islam bahkan kolonial dapat ditemukan berbagai jejak yang Masih dapat dilihat.

Menurut data berbagai sumber, Orang Eropa pertama yang datang ke Pantai Barat Sumatera adalah bangsa Portugis. Bangsa tersebut mendatangi kawasan itu pertama kali tahun 1519, tidak lama setelah mereka menaklukkan Malaka pada tahun 1511. Kunjungan berikutnya dilakukan tahun 1521, 1543 dan 1561. Armada-armada Portugis ini sempat menyinggahi Barus, Tiku, Pariaman, serta sejumlah kota bandar di bagian selatan Pantai Barat Sumatera.

Orang Eropa kedua yang mendatangi Pantai Barat Sumatera adalah Bangsa Prancis. Mereka datang pertama kali tahun 1527, namun tidak banyak keterangan mengenai kedatangan kapal yang berangkat dari Diepe, sebuah kota pantai dan bandar niaga serta pangkalan laut Prancis yang terletak di Selat Inggris itu.

Orang Eropa ketiga yang mendatangi Pantai Barat Sumatera adalah bangsa Inggris. Sebagaimana dikemukakan oleh Denys Lombard, armada Inggris telah hadir di kawasan ini pada perempat terakhir abad ke-16, dan Aceh adalah salah satu daerah pertama yang mereka datangi.

Orang Eropa keempat yang mendatangi Pantai Sumatera adalah bangsa Belanda. Mereka mendatangi kawasan ini (Pantai Barat Sumatera bagian selatan) pertama pada 1595. Armada yang dipimpin Cornellis de Houtman ini nyaris tidak bisa berjual beli di sana, karena itu mereka melanjutkan pelayarannya menuju Banten dan tiba pada tahun 1596. Walaupun kemudian juga berhasil berdagang di Sumatera.

Kisah sukses Belanda di Pulau Sumatera ini sesungguhnya bersamaan waktunya dengan didirikannya Vereenigde Oost-Indische Compagnie(VOC). VOC adalah sebuah perusahaan dagang yang didirikan dalam rangka menghindari persaingan yang tidak sehat di antara sesama saudagar Belanda yang sejak tahun 1595 berlomba-lomba mengirim kapal mereka ke Nusantara.

Walaupun VOC telah berdiri tahun 1602, tetapi pengaruh politik dan ekonomi kongsi dagang tersebut di Pantai Barat Sumatera belum kuat hingga tahun 1660. Selama lebih kurang 60 tahun, perusahaan dagang tersebut masih berkutat pada upaya menanamkan pengaruhnya, dan upaya itu dirasakan cukup berat serta menguras tenaga dan biaya. Beratnya upaya itu disebabkan oleh karena kuatnya pengaruh Aceh di Pantai Barat Sumatera. (Eko Yulianto, Gusti Asnan dkk. “VOC di Pantai Barat Sumatera dan Perkembangan Kota Padang Hingga Awal Abad ke 19”.)

Berbagai Catatan sejarah menunjukkan, bagaimana Kerajaan Sumatera berhasil menyerang pusat pertahanan Portugis. Kerajaan Siak perebut Johor (1744), Kerajaan Palembang – Jambi menyerang Johor (1777).

Bahkan Perlawanan Sumatera juga terjadi menjelang akhir-akhir kejatuhan Kolonial Belanda. Perang Riau (1782-1784), Perang Padri (1803 sampai 1837), Perang Aceh (1873 – 1904), Perang Jambi (1859-1907) adalah contoh-contoh bagaimana perlawanan rakyat Sumatera melawan kolonial Belanda.

Di Sumatera, kolonial Belanda tidak berhasil menaklukan perlawanan masyarakat. Di Lapangan sosial, berbagai sekolah yang dididirakan oleh Belanda tidak diminati penduduk Sumatera. Bentuk perlawanan dengan mendirikan berbagai sekolah agama berhasil menjaga masyarakat dari penjajahan budaya dari kolonial Belanda.

Berbagai pusat keagamaan terutama agama Islam berhasil mengobarkan perlawanan jihad dan penggunaan fatwa “Kafir” kepada Belanda. Fatwa ini kemudian efektif didalam mengobarkan perlawanan kepada Kolonial Belanda.

Tidak salah kemudian masyarakat Melayu di Sumatera kemudian dikenal sebagai bangsa pejuang. Bangsa Petarung.

Slogan yang paling terkenal seperti “Lebih baik berkalang tanah daripada berputih mata”, “musuh tidak dicari. Bertemu pantang dielakkan” adalah gambaran bagaimana masyarakat Melayu pantang menyerah terhadap kekuatan musuh yang menyerang.

Lalu apakah mental sebagai bangsa petarung dan mental pejuang sebagai masyarakat Melayu kemudian “diusik” ?

Jangan sesekali bangsa petarung diusik. Meminjam Seloko “membangkitkan batang terendam”, “membangunkan harimau tidur” adalah kekuatan dahsyat dari daya ledak bangsa petarung.

Sebuah kesalahan yang harus ditanggung siapapun yang berhadapan dengan bangsa petarung. Bangsa Kolonial Portugis, Inggeris dan Belanda telah merasakan akibatnya.

Penulis adalh Advokat yang tinggal di Jambi

Previous Post

Kapolda Membuka Rapat Dengar Pendapat Sinergitas Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Provinsi Jambi

Next Post

Wakil Ketua KPK Mendorong Pelayanan Masyarakat yang Adil dan Tidak Korupsi di Jambi

Next Post
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata Saat Pembukaan Roadshow Bus KPK di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (14/9/2023) (Dok. Firdaus)

Wakil Ketua KPK Mendorong Pelayanan Masyarakat yang Adil dan Tidak Korupsi di Jambi

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto dalam sebuah acara beberapa waktu lalu (Dok. Facebok Edi Purwanto)

Edi Purwanto: PDI Perjuangan Tidak Toleran Terhadap Kader yang Terlibat Narkoba

Sinergitas Pemberantasan Korupsi, KPK Gelar RDP Bersama APH di Jambi

Rakor Pemberantasan Korupsi di Swiis Bell Hotel Jambi Kamis (14/9) (Dok. Humas KPK RI)

Rakor Pemberantasan Korupsi di Jambi, KPK Dorong Akselerasi Sertifikasi Tanah Milik Daerah

Konferensi Pers Ditreskrimum Polda Jambi di Lobby Mapolda Jambi, Jumat (15/9/2023). (Dok.Humas Polda Jambi)

Ditreskrimum Polda Jambi Amankan 1 Pelaku Pencurian Minyak Pertamina

Discussion about this post

STATISTIK

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Bahaya Penyalahgunaan Pil Samcodin di Kalangan Remaja

11/01/2025
Polsek sungai gelam saat melakukan razia balap liar di jalan baru (Foto: ist)

Polsek Sungai Gelam Razia Balap Liar Wilayah Jembatan Aro

07/04/2022

DPO Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu di Karang Dapo Ditangkap di Rejang Lebong

06/01/2025
Foto ; Ilustrasi./Net

Heboh! Adanya Kabar Aungan Harimau di Paal 8 Sungai Gelam

06/04/2022

Polisi Buru Tersangka Pembunuhan di Desa Karang Dapo

20/12/2024
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto. (Dok. Humas Polda Jambi)

Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

08/04/2023
Kepala Desa Simpang Jeliat saat Terjaring Razia (foto; Juan)

Polda Jambi Akan Lakukan Proses Assessment ke BNNP Untuk Kades Simpang Jelita

19/12/2021

Polisi Kawal Massa, Redam Ketegangan di Kediaman Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu

07/01/2025
Tim Opsnal Resmob Polda Jambi, Polresta Jambi dan Polres Muaro Jambi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Pasar Angso Duo (foto: Ist)

Sempat Lari ke Rimbo Antui Muaro Medak, Pelaku Pembunuhan di Angso Duo Diringkus

22/01/2022
Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Dok.Ediusman)

Dinilai Lamban Proses Hukum, Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejari Nisel

19/02/2024
Foto : Ilustrasi/Net

Mencekam, Cerita Pelajar yang Selamat dari Geng Motor Beraksi Begal

0
Kapolresta Jambi, Eko Wahyudi (foto : Juan)

Beringas, Geng Motor Bacok Pelajar yang Hendak Membeli Nasi Uduk

0
Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov (foto : Ist)

Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

0
Kapolsek Maro Sebo, Iptu T Zebua saat berada dilokadi kebakaran (foto: Juan)

Kebakaran Lahan Kosong di Jalan Lintas Jambi – Sabak Berhasil Dipadamkan

0
Pelaksanaan  Vaksinasi Massal  Polres Muaro Jambi  (foto: GA)

Percepat Capaian Herd Immunity, Polres Muaro Jambi Kembali Gelar Vaksinasi Massal

0
Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021 (foto: Ist)

Danrem 042/Gapu Pimpin Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021

0

Kasrem 042/Gapu Berangkatkan 156 Pemuda Jambi Seleksi Secata PK TNI AD Tingkat Pusat

0
Polda Jambi Gelar vaksinasi Sampai Pelosok Desa (foto: Ist)

Gencar Laksanakan Vaksinasi Massal, Polda Jambi Sasar Masyarakat Sampai Pelosok Desa

0
Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIk saat menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla (Foto; Ist)

Kapolda Jambi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla

0
Rapat paripurna dengan agenda pengambilan sumpah Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jambi sisa jabatan 2019-2024, Samsul Riduan  (foto:Ndi)

Samsul Riduan Resmi Jabat Anggota DPRD Provinsi Jambi Gantikan Zainul Arfan

0

Siapkan Ramadan, Satuan PJR Ditlantas Polda Bengkulu Bersihkan Masjid Al Fattah

17/02/2026

Reses Perdana 2026, Rahmad Mulyadi, S,Sos,.M.M Serap Aspirasi Warga Dapil I Kota Bengkulu

17/02/2026

Reses di Pintu Batu, Legislator Rodi Soroti Krisis Sampah dan Janji Perjuangkan Infrastruktur 2027

17/02/2026

PT Sinatria Inti Surya: Proyek Jalan Rp19,47 Miliar di Mukomuko Sudah Sesuai Perencanaan dan Rampung Total

10/01/2026

WARGA TANJUNG MULYA SP9 CATAT SEJARAH, AMBULAN DESA DIBELI DARI SWADAYA

08/01/2026

MERAJUT KEBERSAMAAN, MENJAHIT SOBEKAN PERSAUDARAAN: PPWI SIAP HADAPI TAHUN 2026 DENGAN SOLIDITAS YANG LEBIH MENDASAR

01/01/2026

RENCANA ALIRAN AIR IRIGASI MANJUNTO KIRI HARI INI; PROYEK BWS PRIMER YANG BELUM SELESAI TIDAK MENIMBULKAN KENDALA

01/01/2026

Wakil Bupati Kaur Hadiri Paripurna Pelantikan PAW Anggota DPRD Kaur

31/12/2025

SIAP AMANKAN NATARU, KODIM 0428/MUKOMUKO BERSAMA FORKOPIMDA MUKOMUKO TINJAU POS PENGAWASAN DAN GEREJA DI WILAYAHNYA

31/12/2025

KODIM 0428/MUKOMUKO AWASI PEMBANGUNAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH, PROGRES CAPAI 21% DENGAN TARGET TEKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

31/12/2025

Disclaimer | Hak Jawab dan Koreksi Berita | Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional

JL. Apli RT 37 Kel. Paal Merah Kec. Paal Merah Kota Jambi Kode Pos 36139 Email : aksara24.id@gmail.com Phone / WA : 0811-748-2424|©2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In