Aksara24.id – Kasus Pneumoniae Mycoplasma yang tengah marak di Tiongkok China kini di laporkan terdeteksi di Indonesia. Melansir dari detik.com laporan ini diterima melalui Kementrian Kesehatan RI yang melaporkan bahwa ada 6 kasus infeksi Mycoplasma pneumoniae di Indonesia.
“Bukan penyakit baru. Umumnya ada sejak dulu sebelum COVID, itu insidennya 8,5 persen. Jadi penyakit ini memang sudah lama ada, jadi bukan penyakit baru,” tegas dr Maxi Rein Rondonuwu Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dalam konfresnsi pers, Rabu, (6/12/23).
Kasus misterius ini merebak setelah salah satu rumah sakit Tiongkok melaporkan pada awal bulan November bahwa adanya kenaikan signifikan untuk pasien yang menderita pneumoniae mycoplasma. Bahkan salah satu rumah sakit di Beijing mendapati 1600 kasus penderita pneumoniae per harinya, kondisi ini pun menyebabkan antian pasien dan rawat inap di sejumlah rumah sakit.
Menurut Kemenkes RI, gejala khas atau gejala utama dari pneumoniae mycoplasma ini adalah adanya infeksi paru-paru yang menyebabkan sesak nafas. Gejala lain yang timbul pada orang yang terdeteksi terkena pneumoniae mycoplasma ini adalah gejala gejala yang sebetulnya umum terjadi seperti demam, kelelahan, batuk, dan sakit tenggorokan.
Penyakit Pneumoniae Mycoplasma juga dapat disebabkan dari bersentuhan, menghirup udara yang tidak sehat, yang mengandung kuman atau menghirup benda asing ke dalam paru-paru. menurut Kemenkes RI Mycoplasma adalah jenis bakteri yang dapat menyerang infeksi saluran pernafasan ringan dan biasanya dapat disembuhkan tanpa mengkonsusmi antibiotic, namun terkadang mycoplasma dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih serius. Dimana tiga jenis utama pneumoniae ini adalah bakteri, virus dan jamur.
Penyakit pneumoniae ini sangat rentan terhadap anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Untuk itu pada saat ini, Pemerintah menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewasapadaan terhadap penularan dengan menggunakan masker di tempat ramai. (Gustin)






































Discussion about this post