Aksara24.id – Umiarti, seorang pemilik gudang pupuk di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, menjadi sorotan setelah menyinggung nama Presiden RI saat dimintai keterangan mengenai harga satuan pupuk.
Pemberitaan ini bermula dari adanya keluhan dari warga yang membeli Pupuk Urea senilai Rp. 200 ribu. Keluhan tersebut kemudian diceritakan kepada seorang wartawan oleh seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.
Warga tersebut mengajak seorang wartawan yang menyamar sebagai seorang petani kopi dan mendatangi gudang pupuk milik ibu Umiarti. Mereka kemudian terkejut mendapati Umiarti yang tertangkap basah menerima uang dari nasabah sebesar Rp. 200 ribu rupiah untuk harga pupuk satu sak.
Menurut keterangan inisial JN, warga Bukit Makmur atau dikenal dengan sebutan SP3, ia merasa kesal karena harga pupuk yang masih mencapai Rp200 ribu.
Selain itu, anggota kelompok tani lainnya mengatakan bahwa, ia belum bisa membeli pupuk Urea dikarenakan harganya masih mencapai Rp 200 ribu.
Namun saat dikonifrimasi, pemilik gudang pupuk, Umiarti menjawab di luar nalar, atau lain yang ditanya, lain pula yang dijawab.
“Kami beli pupuk ini pakai modal, bukan dikasih oleh Jokowi,” kata Umiarti dengan tegas, Kamis (01/02/2024).
Meski dalam kelompok ia menjual Rp. 180 ribu sesuai hasil kesepakatan, Umiarti menyatakan bahwa wajar dirinya menjual dengan harga yang lebih mahal diluar kelompok karena ada ongkos ojek yang harus dikeluarkan.
“Saya sudah bertanya kepada PPL, terserah kamu, kalau diluar kelompok mau dua ratus lebih itu selagi orang masih mau, tidak jadi masalah,” ujarnya dengan jawaban yang terkesan acuh tak acuh.
Hal tersebut disampaikan olehnya dalam wawancara oleh awak media.
Namun, soal penyebutan nama Presiden oleh Umiarti dalam konteks harga pupuk menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat di Kabupaten Kaur. (Jhr)






































Discussion about this post