Aksara24 – Sebuah kunjungan yang menarik dilakukan oleh 32 jurnalis dari Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis Forweb Jambi ke Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri di Karawang, Jawa Barat. Rabu (22/5/24).
Dengan dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi. Tujuan kunjungan ini ialah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses pencetakan hingga peredaran uang di Indonesia.
Muhsin Yurgen, Kepala Departemen Kesiapan Cetak Perum Peruri, menjadi tuan rumah dan memberikan pemaparan tentang kompleksitas proses pencetakan uang. Perum Peruri telah menjadi pusat utama produksi uang kertas sejak dimulainya operasionalnya pada tahun 1995.
Dengan berbagai mesin cetak yang berbeda, Peruri mampu mencetak beragam pecahan uang, mulai dari yang kecil hingga besar. Meskipun demikian, fokus utama Peruri tetap pada pencetakan uang Rupiah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Dari desain hingga menjadi uang yang siap diedarkan, proses ini membutuhkan waktu setidaknya 25 hari, menjamin kualitas dan keamanan uang yang dihasilkan, Proses pencetakan uang tidak dilakukan sembarangan. Setiap tahun, Perum Peruri hanya mencetak uang sesuai dengan pesanan yang diterima dari Bank Indonesia, yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya,” Kata Muhsin.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk memahami akan pentingnya keamanan dalam proses pencetakan uang. Perum Peruri menggunakan tinta khusus dengan fitur keamanan yang membuat pemalsuan menjadi sangat sulit dilakukan.
Nur Cahaya, Kepala Seksi Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan positif kepada masyarakat. Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang proses pencetakan uang, tetapi juga menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mata uang Rupiah.
Dengan harapan bahwa informasi yang diperoleh oleh wartawan dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga mereka akan lebih menghargai dan memahami nilai uang Rupiah.
“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang proses pembuatan uang, diharapkan masyarakat dapat lebih mencintai dan memahami nilai uang Rupiah,” ujarnya. (GS)






































Discussion about this post