Aksara24 – Kabupaten Batanghari, yang merupakan kabupaten tertua di Provinsi Jambi, dikenal memiliki beragam suku seperti Jawa, Minang, Sunda, Batak, dan lainnya. Berbagai suku tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan Kabupaten Batanghari.
Pada acara pengukuhan pengurus Persatuan Keluarga Batak Muslim Batanghari periode 2024-2029, Bupati Batanghari, Fadhil Arief, berharap para pengurus dapat amanah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.
Ia juga menekankan pentingnya momentum ini untuk meningkatkan rasa persaudaraan sesama umat Islam dalam mengembangkan syiar Islam.
Acara pengukuhan yang berlangsung di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batanghari pada Jumat (12/07/24) tersebut juga diwarnai dengan penyerahan alat musik tradisional Tapanuli oleh Fadhil Arief.
“Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia yang terdiri dari enam puak, yakni Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Pakpak, dan Batak Simalungun. Meski terdiri dari beragam puak, marga, bahasa, dan budaya, kita tetap satu dalam kesatuan NKRI,” ujar Fadhil Arief.
Ia menambahkan, sebagai suku Batak sekaligus sebagai Muslim, perlu menunjukkan peran kebangsaan sebagai suku pemersatu yang tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam membangun bangsa dan negara.
“Mari kita bangun Kabupaten Batanghari ini dengan semangat kebersamaan dan keberlanjutan program-program prioritas pembangunan yang telah kami rencanakan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Batanghari Tangguh demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batanghari yang kita cintai ini,” ajak Fadhil Arief.
Mengutip Nawacita kesembilan Presiden Republik Indonesia, yakni memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga, Fadhil Arief mengajak Persatuan Keluarga Batak Muslim Batanghari untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah dan seluruh agama yang ada di Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batanghari.
“Dengan begitu, perbedaan menjadi pemersatu antar suku dan umat beragama. Selain itu, diharapkan Persatuan Keluarga Batak Muslim Batanghari mampu berkontribusi dalam pikiran, ucapan, dan tindakan untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Kabupaten Batanghari ke depan,” lanjut Fadhil Arief.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Batanghari yang terdiri dari berbagai suku dan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda telah hidup rukun, damai, dan berdampingan. Fadhil Arief berharap kekompakan ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batanghari.
“Kita ketahui bahwa di Kabupaten Batanghari terdiri dari berbagai suku dan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda, dapat hidup rukun, damai, dan berdampingan. Kita harap kekompakan ini terus kita lanjutkan dan kita tingkatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batanghari,” kata Fadhil Arief mengajak. (Adv)






































Discussion about this post