Aksara24 – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, menegaskan pentingnya menjaga jalan-jalan di desa agar tetap dalam kondisi baik. Ia mengingatkan masyarakat dan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Batanghari untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan jalan, khususnya terkait muatan kendaraan pengangkut sawit.
Dalam pernyataannya, Fadhil Arief meminta para Kades untuk memastikan bahwa kendaraan yang melewati jalan di desa tidak melebihi batas tonase yang ditentukan. Ia menegaskan bahwa jalan merupakan fasilitas bersama yang harus dirawat untuk memperpanjang usia pemanfaatannya.
“Jalan ini milik kita bersama. Mobil pengangkut sawit harus mematuhi batas tonase yang telah ditetapkan. Jika tonase muatan melebihi kapasitas jalan, maka jalan akan cepat rusak,” ujar Fadhil Arief. Pada Selasa (16/7/24).
Fadhil Arief menyoroti masalah yang sering terjadi, di mana kendaraan dengan muatan sawit yang seharusnya tidak lebih dari 6 ton, malah melintas dengan beban hingga 14 ton ketika jalan dalam kondisi baik. Hal ini, menurutnya, mempercepat kerusakan jalan.
Ia juga mengkritik solusi sementara seperti portal yang dibuat berdasarkan usulan Kades, namun sering kali tidak efektif.
“Meskipun ada portal dan biaya sebesar Rp 10.000 dikenakan, mobil tetap bisa lewat. Kumpulkan uang Rp 10.000 selama 100 tahun pun tidak akan cukup untuk membangun jalan,” jelasnya.
Fadhil Arief menjelaskan bahwa biaya untuk membangun 1 kilometer jalan kabupaten mencapai Rp 5,5 miliar. Dengan panjang jalan seperti di Rambutan Masam yang membutuhkan Rp 20 miliar, jelas bahwa pengumpulan uang dari biaya portal tidak akan mencukupi.
“Seharusnya kita semua menjaga jalan ini bersama-sama. Jangan hanya mengandalkan solusi sementara. Kita harus memastikan bahwa jalan yang telah dibangun bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak,” ajak Fadhil Arief. (Adv)






































Discussion about this post