Aksara24.id – Profesi wartawan atau jurnalis adalah pekerjaan yang mulia, di mana individu secara sadar berperan sebagai pelayan publik dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berita di media massa sesuai dengan kode etik jurnalistik. Namun, meskipun profesi ini sangat berpengaruh dalam mendorong laju pembangunan menuju arah yang lebih baik, masih banyak masyarakat yang memandang negatif profesi wartawan.
Masyarakat perlu menyadari bahwa tanpa adanya kontrol sosial yang dilakukan oleh wartawan, perjalanan suatu pembangunan yang dipimpin oleh para pemangku kepentingan mungkin tidak akan berjalan mulus. Di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, masih banyak wartawan yang profesional, kritis, dan berani berkarya. Mereka tampil di garis depan, mengawal, mendampingi, serta menyikapi perkembangan pembangunan melalui pemberitaan yang berimbang dan terarah, yang mampu memberikan wawasan sekaligus membentuk pola pikir masyarakat.
Namun sangat disayangkan, masih ada oknum yang dengan sengaja melecehkan profesi wartawan. Salah satu contoh terbaru terjadi di kolom komentar akun Facebook atas nama Tasman Rian, di mana seseorang bernama Sarjan menulis komentar yang menghina profesi wartawan. Dalam komentar yang ditulis dalam bahasa daerah Kaur, Sarjan menyebut wartawan “tidak becus” dan “hanya suaranya saja yang terdengar, tapi tidak meyakinkan di mata masyarakat.”
Komentar tersebut tentu saja menyinggung perasaan para wartawan. Merespons kejadian ini, PWI Kaur melalui Sekjennya, Julianto, menyatakan ketidaksenangannya atas pelecehan tersebut dan berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, dalam hal ini Polres Kaur. PWI Kaur mendesak penegak hukum untuk memproses kasus ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menghargai profesi wartawan yang berperan besar dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab. (Jahri)






































Discussion about this post