Aksara24.id – Warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, kecewa setelah pengujian sampel air Sungai Perumbaian yang diduga tercemar limbah PT Kuala Gunung Sejahtera (KGS) dinyatakan gagal.
Pengujian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Jumat, 9 Agustus 2024, seharusnya dilakukan di laboratorium di Bengkulu, namun terhambat karena masalah anggaran.
Kepala DLH, Hendri Fahrizal, mengatakan bahwa, sampel air tersebut tidak dapat dikirim ke laboratorium di Bengkulu karena keterbatasan anggaran perjalanan dinas.
“Pengujian laboratorium air Sungai Perumbaian yang dilakukan oleh tim kami beberapa hari yang lalu terpaksa tidak jadi dikirim ke laboratorium di Bengkulu karena tidak ada anggaran perjalanan dinas,” ungkap Hendri kepada media Kamis, (15/08/2024).
Ia menjelaskan bahwa pengambilan sampel air memerlukan dana operasional yang diambil dari Anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), yang hingga saat ini belum cair.
“Saat ini, tim kami kembali melakukan pengambilan sampel ulang sekaligus pengecekan administrasi perusahaan,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Ormas Pergerakan Suara Rakyat Indonesia (PSR-I), Khairul Ihsan, bersama sejumlah jurnalis di Kaur menyayangkan lambatnya respons DLH dalam menangani dugaan pencemaran Sungai Perumbaian.
Pencemaran tersebut telah menyebabkan kerusakan ekosistem, termasuk matinya ikan dan udang di sungai tersebut.
“Ini sudah jelas meresahkan masyarakat setempat. Pengambilan sampel air Sungai Perumbaian yang kedua kali pada Kamis, 15 Agustus, dinilai kurang efektif, karena kondisi air sudah berubah akibat hujan lebat yang terjadi beberapa kali sejak pengambilan sampel pertama pada Jumat, 9 Agustus 2024,” tegas Khairul. (Jahri)






































Discussion about this post