Aksara24.id – Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan yang semakin marak beredar melalui pesan singkat (SMS). Modus ini dilakukan dengan mengatasnamakan pihak bank guna menipu korban dan mencuri data pribadi mereka.
Para pelaku kejahatan siber biasanya mengirimkan SMS yang seolah-olah berasal dari bank resmi. Isi pesan tersebut sering kali mencantumkan informasi mengenai transaksi mencurigakan, pemberitahuan hadiah undian, atau promo menarik.
Tidak jarang, dalam pesan tersebut juga disertakan tautan (link) yang berbahaya. Jika korban mengklik tautan tersebut, pelaku dapat dengan mudah mencuri data pribadi, termasuk informasi rekening, dan menguras isi tabungan korban.
Menanggapi fenomena ini, pihak perbankan dan otoritas keuangan telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan SMS yang mencurigakan. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan yang diterima melalui SMS, terutama jika berasal dari nomor yang tidak dikenal atau mencurigakan.
“Bank tidak pernah mengirimkan tautan melalui SMS untuk meminta data pribadi atau melakukan verifikasi akun. Jika menerima SMS semacam itu, segera abaikan dan laporkan ke pihak bank atau otoritas terkait,” ujar seorang perwakilan perbankan dalam pernyataannya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan data pribadi mereka dengan tidak membagikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak dikenal. Jika merasa telah menjadi korban penipuan, segera hubungi pihak bank untuk memblokir akses rekening dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Dengan meningkatnya kesadaran akan modus penipuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah terjebak oleh upaya kriminal siber yang semakin canggih. Jaga data pribadimu, lindungi keuanganmu! (dr)






































Discussion about this post