Kota Bengkulu, Aksara24.id – Pemerintah Kota Bengkulu mengebut proyek revitalisasi Pasar Barukoto I dan II dengan target penyelesaian sebelum akhir tahun 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di pusat kota.
“Pasar Barukoto harus kita hidupkan kembali. Saya ingin tempat ini jadi pasar yang bersih, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” tegas Walikota Dedy saat diwawancarai, Kamis (24/4/2025).
Dedy menjelaskan bahwa proses revitalisasi telah memasuki tahap lelang dan diperkirakan konstruksi dimulai Juni.
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp7,6 miliar untuk proyek ini—dengan rincian Rp2,8 miliar untuk Barukoto I dan Rp4,8 miliar untuk Barukoto II.
“Revitalisasi ini bukan hanya membangun fisik, tapi juga menghidupkan ekonomi lokal. Kalau pasar nyaman, pengunjung datang, pedagang senang,” tambahnya.
Tak hanya Barukoto, Dedy juga menargetkan penataan kawasan Kampung Cina dan Mess Pemda begitu pengelolaannya diserahkan dari Pemerintah Provinsi ke Pemkot.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, memastikan pihaknya siap tancap gas.
“Insya Allah tahun ini kami renovasi total. Area Barukoto II yang dulu terbakar akan difungsikan kembali untuk pedagang kuliner. Kami juga akan pindahkan auning ke lantai atas, dengan fasilitas lengkap seperti air bersih, tempat sampah, dan WC umum,” jelasnya.
Noprisman juga menekankan bahwa penataan ini diharapkan tidak hanya mempercantik kota, tapi juga mendorong perputaran ekonomi di pusat kota.
Jika berjalan lancar, revitalisasi ini bisa menjadi titik balik kebangkitan pasar tradisional Bengkulu yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Sumber: Mitra Humas






































Discussion about this post