Bengkulu, Aksara24.id – Praktisi hukum Agung RPP menegaskan pentingnya peran media dalam kehidupan demokrasi.
Menurutnya, media bukan hanya sarana penyebaran informasi, tetapi juga alat kontrol sosial dan ruang kritik terhadap kekuasaan.
“Media itu punya peran vital sebagai pengontrol kekuasaan dan jembatan aspirasi masyarakat. Tanpa media, ruang keterbukaan akan tertutup,” ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (25/4).
Namun Agung juga mengingatkan bahwa prinsip “bad news is good news” sering membuat media lebih banyak mengekspos berita-berita negatif tentang pemerintah.
Ia mengimbau agar pemerintah dan aparat tidak bersikap apriori terhadap pemberitaan tersebut.
“Kalau merasa dirugikan, manfaatkan hak jawab dan hak koreksi. Jangan alergi terhadap kritik,” tegas Agung.
Ia juga mendorong media untuk tidak hanya fokus memberitakan kekurangan pemerintah, melainkan turut mengapresiasi pencapaian dan prestasi yang sudah diraih.
“Pers itu harus berimbang. Kritik boleh, tapi prestasi juga perlu diangkat supaya publik mendapat informasi yang adil,” tambahnya.
Agung menekankan, bila ada kritik terhadap media, sebaiknya disampaikan dengan bukti dan data yang jelas. Ini penting agar kritik tidak menggeneralisasi semua media.
“Kalau mengkritik media, harus dengan data spesifik. Jangan semua media dianggap salah. Karena media juga punya andil besar dalam memperkaya wawasan dan membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemegang kekuasaan,” tutup Agung.
Dengan sikap saling menghargai antara pers dan pemerintah, diharapkan ekosistem informasi di Indonesia semakin sehat dan mendorong pembangunan yang lebih baik. (HS)






































Discussion about this post