Mukomuko, Aksara24.id – Pemerintah Desa Lubuk Sanai III, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih, Senin (2/6/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Desa dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kurniadi bersama jajaran perangkat desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Musdesus ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tim teknis pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan Puskesmas XIV Koto, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, hingga perwakilan kelembagaan desa lainnya.
Seluruh peserta menyuarakan dukungan penuh terhadap pembentukan koperasi sebagai upaya strategis meningkatkan kemandirian ekonomi desa.
Kepala Desa Kurniadi menegaskan bahwa koperasi ini tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, tetapi juga alat penting untuk mengurangi pengangguran, memberdayakan pemuda, serta mendorong mereka untuk berkarya di desa sendiri.
Ia berharap koperasi ini mampu menciptakan ruang produktif bagi pemuda untuk menyalurkan keterampilan dan ilmunya secara langsung ke masyarakat.
“Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung program nasional seperti Astacita. Kami ingin anak-anak muda betah tinggal di desa dan turut membangun bersama,” ujar Kurniadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen desa yang telah bersinergi dan bekerja sama dalam proses pembentukan koperasi.
Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada kekompakan dan partisipasi aktif semua pihak, baik dari sisi pemerintah desa maupun masyarakat.
Dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih, Desa Lubuk Sanai III menargetkan percepatan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pengelolaan ekonomi berbasis desa.
Pemerintah desa berkomitmen untuk memastikan koperasi ini berjalan profesional dan memberi manfaat jangka panjang, terutama bagi warga kurang mampu dan kelompok produktif yang belum terfasilitasi.
Musdesus kali ini bukan hanya sekadar forum formal, melainkan tonggak awal menuju desa yang mandiri secara ekonomi, kuat secara sosial, dan maju secara pembangunan. (HS)






































Discussion about this post