Bengkulu, Aksara24.id – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si. menyambangi Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bengkulu, Rabu (9/7/2025).
Dalam rangka membangun sinergi dan mempererat komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama.
Kapolda hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Bengkulu, seperti Dirbinmas, Kabidhumas, dan Kabidpropam.
Mereka disambut langsung oleh Ketua MUI Provinsi Bengkulu beserta jajaran pengurus.
Kapolda Bengkulu menegaskan pentingnya peran MUI dalam menjaga harmoni sosial dan membantu kepolisian mendorong pemahaman keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kontribusi MUI dalam membimbing umat, khususnya dalam meredam potensi konflik dan menangkal pengaruh radikalisme.
“Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga ingin memperkuat kolaborasi yang telah terjalin. Peran ulama sangat penting sebagai penyejuk umat dan mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban dan kedamaian,” ujar Irjen Mardiyono.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka.
Kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai isu-isu aktual, termasuk perlunya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penyebaran paham radikal yang menyasar kelompok muda.
Ketua MUI Provinsi Bengkulu menyambut baik langkah kepolisian dalam menjalin komunikasi dengan tokoh agama.
Ia menilai pendekatan dialog seperti ini akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Langkah Kapolda ini mencerminkan semangat keterbukaan. Kami dari MUI siap mendukung upaya menjaga kerukunan umat dan merawat semangat kebangsaan,” ucap Ketua MUI.
Silaturahmi ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kapolda Bengkulu kepada Ketua MUI sebagai simbol kerja sama dan komitmen bersama.
Kapolda menegaskan bahwa Polda Bengkulu akan terus menggandeng MUI dalam menyusun langkah-langkah strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polda Bengkulu memperlihatkan komitmen kuat membangun kemitraan dengan berbagai unsur masyarakat, terutama lembaga keagamaan, untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan di Provinsi Bengkulu. (**)






































Discussion about this post