Mukomuko, Aksara24.id – Sejumlah warga di Kabupaten Mukomuko kembali menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi bangunan sekolah dasar yang rusak parah.
Dua sekolah yang menjadi sorotan utama yakni SDN 2 Teramang Jaya dan SDN 07 Ujung Padang.
Bangunan di dua lokasi itu hampir ambruk dan dinilai membahayakan proses belajar mengajar.
Salah seorang orang tua murid mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.
Ia menilai anggaran yang tersedia tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama untuk fasilitas pendidikan yang sangat krusial.
“Anak-anak belajar di antara puing-puing, sementara kita tetap bayar pajak. APBD Mukomuko sebenarnya untuk siapa? Gedung instansi lain yang masih bagus malah terus diperbaiki, tapi sekolah dibiarkan nyaris runtuh,” kata warga tersebut saat ditemui di Ujung Padang, Senin (14/7/2025).

Kritik itu mengarah langsung kepada instansi pendidikan yang dianggap lambat dalam merespons kondisi lapangan.
Warga merasa kecewa karena pembangunan gedung sekolah justru kalah prioritas dibanding proyek-proyek lain yang menurut mereka tidak lebih penting.
Permasalahan infrastruktur pendidikan di Mukomuko tidak hanya terjadi sekali.
Beberapa sekolah lain di daerah ini juga mengalami kerusakan yang serupa.
Namun, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah maupun dinas pendidikan untuk memperbaikinya.
Warga berharap pemerintah daerah bisa mendengarkan suara mereka dan segera bertindak cepat.
Mereka meminta dinas pendidikan turun langsung ke lapangan dan menyusun skala prioritas berbasis kebutuhan nyata, bukan berdasarkan kedekatan atau formalitas administratif.
“Kami tidak minta sekolah mewah, tapi cukup yang aman dan layak. Jangan biarkan anak-anak kami terus belajar dalam kondisi yang mengancam keselamatan,” ujar warga lainnya di Desa Teramang Jaya.
Jika masalah ini terus dibiarkan, warga khawatir minat anak-anak untuk bersekolah akan menurun. Kondisi gedung yang rusak parah, menurut mereka, bukan hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga mencerminkan kurangnya komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan yang layak.
Pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko diharapkan segera menyusun program perbaikan sekolah rusak secara menyeluruh dan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan dan evaluasinya. (**)






































Discussion about this post