Mukomuko, Aksara24.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang digelar Kodim 0428/Mukomuko terus menunjukkan kemajuan di Desa Sumber Makmur SP 8. Memasuki hari kedua, Kamis (24 Juli 2025), pengerjaan infrastruktur seperti sumur bor, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembukaan jalan terus dikebut oleh personel TNI bersama warga.
Di lokasi sumur bor pertama yang berada di area rumah ibadah Pura, para pekerja telah mengebor hingga kedalaman 16 meter dan berhasil menemukan air.
Meski begitu, air belum bisa keluar dengan optimal karena mesin pompa Sanyo belum mampu menarik air dari kedalaman tersebut.
Pipa inti berdiameter 2,5 inci sudah tertanam sebagai bagian dari tahapan awal.
Sementara di titik ketiga, tepatnya di halaman depan MTS Negeri yang berada dekat lapangan bola, pekerjaan sumur bor baru mencapai kedalaman 9 meter.
Tim bor memperkirakan keberadaan air akan ditemukan setelah pengeboran mencapai 20 meter.
Untuk kegiatan RTLH, tim TMMD sudah mengosongkan rumah milik Sobriyanto, seorang petani berusia 35 tahun.
Ia dan keluarganya telah berpindah ke rumah sementara di sebelahnya agar proses rehabilitasi bisa segera dimulai.
Di sektor pembukaan jalan, alat berat dan personel sudah mulai meratakan tanah dengan progres mencapai 10 persen.
Jalan ini dirancang untuk membuka akses warga ke perkebunan dan fasilitas umum, serta mempercepat jalur ekonomi desa.

Berikut progres kegiatan TMMD ke-125 per Kamis, 24 Juli 2025:
-
Pengeboran Sumur: 15%
-
Rehabilitasi RTLH: Selesai tahap pengosongan rumah
-
Pembukaan Jalan: 10%
Komandan Kodim 0428/MM Letkol Inf Jhoni Saputra menyampaikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal.
“Kami terus berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa agar program TMMD ini benar-benar memberikan manfaat nyata. Target kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ungkapnya.
Warga Desa Sumber Makmur menyambut baik program ini.
Mereka berharap pembangunan sumur dan perbaikan rumah bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa mereka.
Pewarta: Hidayat Saleh






































Discussion about this post