Mukomuko, Aksara24.id — Proses seleksi pengangkatan perangkat desa di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik, kembali menuai sorotan.
LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyoroti dugaan praktik nepotisme yang dinilai mencederai keadilan dan transparansi.
Salman, perwakilan LIRA Mukomuko, menilai tahapan seleksi di desa tersebut tidak berjalan objektif.
Ia menduga adanya konflik kepentingan yang melibatkan kerabat panitia seleksi dan istri anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang lolos dalam penjaringan calon perangkat.
“Jika yang lolos adalah orang-orang yang punya hubungan keluarga dekat dengan panitia atau BPD, bagaimana mungkin masyarakat bisa percaya bahwa proses ini dilakukan secara adil?” tegas Salman, Senin (28/7/2025).
Salman mengingatkan bahwa proses pengangkatan perangkat desa harus mengikuti aturan yang jelas, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 67 Tahun 2017.
Dalam regulasi tersebut, kepala desa wajib melakukan penjaringan dan penyaringan calon, lalu berkonsultasi dengan camat untuk mendapatkan rekomendasi tertulis sebelum menerbitkan keputusan pengangkatan.
“Kalau proses ini dilanggar, bukan hanya cacat secara administratif, tapi juga bisa berujung pada sanksi pidana,” ujar Salman.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik nepotisme melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.
Undang-undang itu mengancam pelaku nepotisme dengan pidana penjara hingga lima tahun.
Menurut Salman, bila terbukti terjadi ketidakadilan dalam proses seleksi, maka hasil seleksi bisa dibatalkan dan kewenangan pengangkatan bisa diambil alih oleh pihak yang lebih tinggi, seperti camat atau bupati.
Ia juga menyebut potensi adanya sanksi administratif dan disiplin bagi pihak-pihak yang melanggar.
LIRA mendesak agar pemerintah desa Mekar Mulya membuka kembali proses seleksi secara transparan, melibatkan pengawasan dari masyarakat, serta memastikan tidak ada pihak yang mendapat keuntungan karena hubungan keluarga.
“Ini soal kepercayaan publik. Pemerintah desa harus menjaga integritasnya jika ingin dihormati warganya,” tutup Salman. (**)






































Discussion about this post