Bengkulu, aksara24.id – Suasana Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (20/10), siang itu terasa lebih hangat dari biasanya. Satu per satu pejabat menundukkan kepala dan mengucap sumpah jabatan di hadapan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Suara lantang “demi Allah” menggema, disusul tepuk tangan hadirin, menandai selesainya prosesi penting: rotasi besar pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Sebanyak 49 pejabat resmi dilantik, yang terdiri dari pejabat Eselon II, III, IV, serta dua pejabat fungsional dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dua nama pejabat eselon II yang dilantik yakni Yurizal Yunus sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu, serta Ns. Gusti Miniarti yang kini dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa mutasi kali ini bukan sekadar mengganti nama dan posisi. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat mesin birokrasi agar pemerintahan berjalan lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Ini bukan soal jabatan, tapi soal pengabdian. Siapa yang bekerja sungguh-sungguh akan kita dorong, tetapi yang lalai pasti akan dievaluasi,” tegasnya.
Nada suaranya datar tetapi tegas, menandakan bahwa mutasi ini bukan basa-basi politik, melainkan penegasan arah kerja. Menurutnya, rotasi pejabat merupakan bagian dari proses alami birokrasi untuk memastikan setiap posisi diisi oleh orang yang tepat dan siap bekerja.
“Pejabat harus siap ditempatkan di mana saja. Loyalitas dan kinerja menjadi ukuran utama. Ini bukan soal kedekatan atau kepentingan pribadi,” imbuhnya.
Helmi juga memperkenalkan mekanisme baru dalam sistem evaluasi pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu. Setiap pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi kinerjanya dengan indikator yang akan menjadi bahan evaluasi.
“Saya tidak tahu pasti sejauh mana kemampuan masing-masing, karena prosesnya melalui BKD. Namun, sekarang kita akan uji apakah pejabat yang duduk di posisi itu benar-benar mampu. Dalam tiga bulan ke depan, kita akan menilai berdasarkan target kerja mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Bengkulu kini sedang berfokus pada penciptaan aparatur yang bukan hanya disiplin di atas kertas, tetapi juga memiliki empati terhadap masyarakat.
“Sekarang yang dibutuhkan itu pejabat yang ingin bekerja, yang mau membantu rakyat. Bukan pejabat yang menunggu perintah, tetapi yang memiliki inisiatif,” ungkap Helmi.
Helmi berharap penyegaran jabatan kali ini tidak berhenti pada upacara seremonial. Ia ingin setiap pejabat benar-benar menunjukkan perubahan nyata di lapangan.
“Saya tidak butuh laporan yang tebal-tebal. Saya mau melihat bukti di lapangan. Jika masyarakat senang dan pelayanan lancar, berarti kinerjanya bagus,” tutupnya. ( Hel)






































Discussion about this post