• Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Iklan
  • Karir
  • Kode Etik
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Jendela Informasi Digital
No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional
Jendela Informasi Digital

Politik Uang Tak Ngaruh untuk Mahasiswa

Aksara24 by Aksara24
01/07/2024
in Opini
237 15
0
Nadelin Amelia Putri (Dok. Penulis)

Nadelin Amelia Putri (Dok. Penulis)

PostTweetShareScan

Oleh: Nadelin Amelia Putri

Politik uang telah menjadi ancaman bagi demokrasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Praktik ini sering muncul dalam setiap pemilu, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tidak hanya prinsip demokrasi yang adil dan bersih dirusak oleh politik uang, tetapi juga menimbulkan banyak konsekuensi negatif yang berlangsung lama. Sebagai agen perubahan dan intelektual muda, mahasiswa memiliki perspektif yang penting dan kritis tentang fenomena ini.

Dalam kontestasi demokrasi, politik uang sudah menjadi kebiasaan. Meskipun berbagai kampanye dan sosialisasi terus dilakukan untuk menghilangkan praktik curang dari proses pemilihan pemimpin, fenomena ini dianggap masih sulit untuk dihilangkan.

Praktik ini semakin diperkuat oleh penelitian dari Praxis, sebuah agensi public relations (PR).

BacaJuga

Opini : Kriminalisasi Pers, Ketika Kritik ‘Dipenjara’ dengan Pasal Pidana

Mengatasi Perubahan Garis Pantai Melalui Mitigasi Terhadap Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kabupaten Tanjab Timur

Flag Off Mudik Gratis BUMN 2025: Kementerian BUMN Lepas Puluhan Ribu Peserta Mudik ke 200 Kota Tujuan

“Tanggung Jawab Moral sebagai Sesama Manusia”

Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Orang Tua di Tengah Perkembangan Zaman

Menuju Pembangunan Pariwisata Jambi yang Berkelanjutan

Survei yang dilakukan pada 1.001 siswa berusia 16-25 tahun di 34 provinsi pada tanggal 1-8 Januari 2024 dan dipublikasikan pada Senin (22/1/23) menunjukkan bahwa ada sikap yang toleran terhadap praktik politik uang. Menurut survei tersebut, 53,95 persen mahasiswa tidak akan memilih kandidat yang bermain politik uang karena metode tersebut dikatakan semakin tidak efektif dalam memengaruhi pilihan siswa.

Namun, mahasiswa yang kurang mampu tetap memilih kandidat dengan politik uang. Hanya 10,99 persen responden yang menolak dengan tegas.

Selain itu, mereka menerimanya dengan sejumlah catatan. Slogan "ambil uangnya, jangan pilih orangnya" atau "menerima tapi tidak memilih" adalah contoh sikap pragmatis.

Politik uang, yakni memberikan uang atau barang kepada pemilih atau kelompok pemilih dengan tujuan mendapatkan dukungan suara dalam pemilihan, merupakan bentuk korupsi yang jelas di mana integritas proses pemilihan dikorbankan untuk keuntungan politik jangka pendek.

Mayoritas mahasiswa Indonesia melihat politik uang sebagai ancaman besar terhadap demokrasi. Menurut banyak seminar, diskusi, dan penelitian akademik, politik uang dianggap sebagai bentuk kecurangan yang melanggar etika politik dan mengganggu proses pemilihan.

Mereka berpendapat bahwa demokrasi dirusak oleh politik uang. Pemilihan seharusnya menjadi kompetisi ide, di mana kandidat bersaing untuk visi, misi, dan program kerja pemilih.

Namun, dengan politik uang, pemilu berubah menjadi ajang transaksi, di mana suara pemilih dibeli dengan uang atau barang. Hal ini menyebabkan pemilih hanya memikirkan keuntungan jangka pendek daripada kualitas dan integritas kandidat.

Politik uang menghambat perubahan sosial yang harus dilakukan oleh pemimpin yang baik.
Pemimpin yang dipilih melalui politik uang cenderung tidak memiliki tujuan yang jelas dan lebih berkonsentrasi pada pengembalian modal yang dikeluarkan selama kampanye.

Akibatnya, program pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat sering diabaikan.

Mahasiswa percaya bahwa pemimpin yang dipilih melalui proses yang bersih dan adil lebih mampu mengubah masyarakat dengan cara yang baik. Ketika politik uang menjadi biasa dalam pemilihan, siklus korupsi menjadi sulit dihentikan.

Pemimpin yang dipilih melalui politik uang cenderung melakukan tindakan korup selama masa jabatannya untuk mengembalikan biaya kampanye dan mempersiapkan diri untuk pemilihan berikutnya.

Selama siklus ini, upaya pemberantasan korupsi semakin sulit dan reputasi politik menjadi lebih buruk bagi masyarakat.

Mahasiswa menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap demokrasi dan institusi politik dirusak oleh politik uang. Pemilih kehilangan kepercayaan pada sistem pemilihan dan pemimpin yang mereka pilih.

Stabilitas politik dan sosial dirusak oleh kurangnya kepercayaan publik terhadap institusi politik. Ini juga mengurangi partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Politik uang yang telah dianggap sebagai hal yang lumrah dilakukan ketika sedang diadakan pemilihan pemimpin terkadang membuat suatu perkumpulan dengan alasan ingin bersilaturahmi dengan masyarakat agar saling mengenal, padahal di samping itu ada tujuan dan maksud lain seperti pemberian barang, sembako, dan juga uang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan  politik uang  tidak hanya larangan membagikan uang ke masyarakat, tetapi memberikan barang dengan maksud tertentu juga tidak boleh.

Tujuannya adalah untuk menarik simpati masyarakat, agar mereka memberikan suaranya untuk partai atau caleg yang bersangkutan.

Director of Public Affairs Praxis PR Sofyan Herbowo, mengatakan, penggunaan politik uang oleh peserta pemilu tidak lagi berpengaruh terhadap pilihan mahasiswa. Pilihan mereka lebih terpengaruh lewat kegiatan kampanye informatif dan sumber informasi terpercaya.

”Fakta membuktikan bahwa praktik politik uang tidak mampu memengaruhi pilihan mereka (mahasiswa -red). Walaupun begitu, masyarakat juga mulai menormalisasi politik uang,” ujar Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) itu.

Nadelin Amelia Putri, mahasiswa UIN Jambi, mengatakan bahwa menggunakan politik uang tidak akan mengubah pemikiran mahasiswa untuk memilih kandidat yang memberikan uang tersebut, karena pilihan itu berasal dari pandangan terhadap kandidatnya, bukan dari uangnya.

Mahasiswa Jambi lebih menghargai visi, misi, dan program kerja kandidat dibandingkan dengan iming-iming materi.

Politik uang sering dianggap sebagai strategi untuk mendapatkan suara di pemilihan lokal dan nasional. Namun, mahasiswa Jambi lebih menyadari pentingnya kejujuran dan integritas dalam proses demokrasi, sehingga pandangan ini tidak berlaku.

Di tengah berbagai kesulitan dan keinginan, mahasiswa Jambi menunjukkan bahwa politik uang tidak lagi penting dan tidak memengaruhi keputusan mereka. Mahasiswa memiliki kesadaran yang tinggi tentang bahaya dan efek negatif korupsi, yang merupakan salah satu faktor yang mendukung sikap anti-politik uang ini.

Mereka menyadari bahwa pemimpin yang dipilih melalui politik uang biasanya tidak jujur dan lebih fokus pada kepentingan pribadi.

Selain itu, mahasiswa Jambi menyadari bahwa menerima politik uang merupakan cara untuk mendukung praktik korupsi yang merusak demokrasi dan menghambat pembangunan.

Meski tak mempan, kemampuan ekonomi dari pemilih muda itu masih mempengaruhi keberpihakannya kepada politik uang. Namun Sebagian kalangan kelas bawah mengaku akan menerima uang dan memilih kandidat pemberinya.

”Berkaca pada hal itu, mungkin, sebesar atau sekecil apa pun yang diberikan peserta pemilu dominan masih memengaruhi kalangan tidak mampu,” tambahnya.

Organisasi kemahasiswaan di Jambi secara aktif menekankan pentingnya menjalankan proses pemilihan dengan jujur. Untuk memberi mahasiswa pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya mempertahankan etika politik, seminar, diskusi, dan workshop tentang anti-korupsi dan etika kepemimpinan sering diadakan.

Kampanye ini berhasil membuat mahasiswa percaya bahwa politik uang adalah musuh bersama dan harus dihindari.

Kesadaran dan keberanian ini tidak hanya mencegah kecurangan dalam pemilihan, tetapi juga menghukum mereka yang melakukan politik uang. Kepercayaan mahasiswa terhadap sistem demokrasi meningkat berkat laporan yang ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Pengajar Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Arga Pribadi Imawan, menjelaskan, hasil survei ini mematahkan asumsi bahwa pemilih muda mudah terpengaruh politik uang. Sikap itu juga diikuti pesimistis terhadap pemberantasan politik uang. Namun, mereka juga kian toleran terhadap hal tersebut.

“Di tengah asumsi bahwa anak muda akan cenderung menerima uang dan memilih kandidat yang memberikan uang, hasil survei justru menunjukkan tentang anak muda yang masih rasional dalam menentukan pilihannya,” tuturnya.

Mahasiswa melihat praktik politik uang dengan berpikir kritis. Mereka menyadari bahwa jumlah uang, misalnya Rp 200.000 untuk lima tahun ke depan, tidak sebanding dengan sifat dan program kerja kandidat.

Sebagian mahasiswa ikut serta dalam acara kampanye kandidat bukan karena mendukung kandidat tersebut tetapi hanya untuk mengambil uang yang diberikan oleh tim sukses dari kandidat tersebut. Mereka tidak akan memilih hanya karena uang tetapi mereka akan memilih kandidat yang dirasa dapat dipercaya untuk memimpin.

Mereka juga mencari informasi, bukan hanya asal memilih karena banyak orang yang memilih kandidat tersebut.

Politik uang menjelang pemilu membutuhkan waktu yang lama untuk dihilangkan karena merupakan masalah budaya, sehingga yang harus dibenahi adalah budaya hukum masyarakat.

Karena desa memiliki pemerintahan yang berdaulat dan masyarakat memiliki otoritas sendiri, mengubah budaya ini harus dimulai di tingkat desa.

Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk belajar tentang bahaya politik uang bagi kelangsungan demokrasi. Yang paling penting, masyarakat harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk menolak politik uang.

“Terima uangnya, pilih yang lain” tidak boleh digunakan lagi. Tagline ini berbahaya karena mereka akan mengajarkan budaya yang hipokrit atau munafik.

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIN STS Jambi

Previous Post

Maxim Jambi Luncurkan Layanan Delivery Xpress, Solusi Pengantaran Barang yang Lebih Cepat

Next Post

Agate Academy Luncurkan TSA Game Fest Bersama Kominfo dan Disparbud Jabar

Next Post

Agate Academy Luncurkan TSA Game Fest Bersama Kominfo dan Disparbud Jabar

Rumah Bebas Semut dengan Solusi Praktis dari Gravel

Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-78 di Polda Jambi

Organisasi SPRI kompak usut tuntas kasus dugaan kuari tanpa izin kepada kuasa hukum. Senin, (1/7/24) (Dok.Jahri)

Minta APH Usut Tuntas Dugaan Kuari Tanpa Izin Di Kecamatan Muara Sahung, Ini Harapan Sikap DPC SPRI Kab,Kaur

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara lantik Dua Deputi Komisioner Baru. Jakarta, Senin, (1/7/24) (Dok.Ojk)

Dua Deputi Komisioner Baru OJK Resmi Dilantik

Discussion about this post

STATISTIK

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Bahaya Penyalahgunaan Pil Samcodin di Kalangan Remaja

11/01/2025
Polsek sungai gelam saat melakukan razia balap liar di jalan baru (Foto: ist)

Polsek Sungai Gelam Razia Balap Liar Wilayah Jembatan Aro

07/04/2022

DPO Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu di Karang Dapo Ditangkap di Rejang Lebong

06/01/2025
Foto ; Ilustrasi./Net

Heboh! Adanya Kabar Aungan Harimau di Paal 8 Sungai Gelam

06/04/2022

Polisi Buru Tersangka Pembunuhan di Desa Karang Dapo

20/12/2024
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto. (Dok. Humas Polda Jambi)

Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

08/04/2023
Kepala Desa Simpang Jeliat saat Terjaring Razia (foto; Juan)

Polda Jambi Akan Lakukan Proses Assessment ke BNNP Untuk Kades Simpang Jelita

19/12/2021

Polisi Kawal Massa, Redam Ketegangan di Kediaman Tersangka Kasus Pembunuhan Nenek dan Cucu

07/01/2025
Tim Opsnal Resmob Polda Jambi, Polresta Jambi dan Polres Muaro Jambi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Pasar Angso Duo (foto: Ist)

Sempat Lari ke Rimbo Antui Muaro Medak, Pelaku Pembunuhan di Angso Duo Diringkus

22/01/2022
Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Dok.Ediusman)

Dinilai Lamban Proses Hukum, Sejumlah Guru GTTS dan ASN SD Hilitobara Datangi Kejari Nisel

19/02/2024
Foto : Ilustrasi/Net

Mencekam, Cerita Pelajar yang Selamat dari Geng Motor Beraksi Begal

0
Kapolresta Jambi, Eko Wahyudi (foto : Juan)

Beringas, Geng Motor Bacok Pelajar yang Hendak Membeli Nasi Uduk

0
Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov (foto : Ist)

Wagub Abdullah Sani Lantik Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

0
Kapolsek Maro Sebo, Iptu T Zebua saat berada dilokadi kebakaran (foto: Juan)

Kebakaran Lahan Kosong di Jalan Lintas Jambi – Sabak Berhasil Dipadamkan

0
Pelaksanaan  Vaksinasi Massal  Polres Muaro Jambi  (foto: GA)

Percepat Capaian Herd Immunity, Polres Muaro Jambi Kembali Gelar Vaksinasi Massal

0
Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021 (foto: Ist)

Danrem 042/Gapu Pimpin Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2021

0

Kasrem 042/Gapu Berangkatkan 156 Pemuda Jambi Seleksi Secata PK TNI AD Tingkat Pusat

0
Polda Jambi Gelar vaksinasi Sampai Pelosok Desa (foto: Ist)

Gencar Laksanakan Vaksinasi Massal, Polda Jambi Sasar Masyarakat Sampai Pelosok Desa

0
Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIk saat menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla (Foto; Ist)

Kapolda Jambi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla

0
Rapat paripurna dengan agenda pengambilan sumpah Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jambi sisa jabatan 2019-2024, Samsul Riduan  (foto:Ndi)

Samsul Riduan Resmi Jabat Anggota DPRD Provinsi Jambi Gantikan Zainul Arfan

0

Siapkan Ramadan, Satuan PJR Ditlantas Polda Bengkulu Bersihkan Masjid Al Fattah

17/02/2026

Reses Perdana 2026, Rahmad Mulyadi, S,Sos,.M.M Serap Aspirasi Warga Dapil I Kota Bengkulu

17/02/2026

Reses di Pintu Batu, Legislator Rodi Soroti Krisis Sampah dan Janji Perjuangkan Infrastruktur 2027

17/02/2026

PT Sinatria Inti Surya: Proyek Jalan Rp19,47 Miliar di Mukomuko Sudah Sesuai Perencanaan dan Rampung Total

10/01/2026

WARGA TANJUNG MULYA SP9 CATAT SEJARAH, AMBULAN DESA DIBELI DARI SWADAYA

08/01/2026

MERAJUT KEBERSAMAAN, MENJAHIT SOBEKAN PERSAUDARAAN: PPWI SIAP HADAPI TAHUN 2026 DENGAN SOLIDITAS YANG LEBIH MENDASAR

01/01/2026

RENCANA ALIRAN AIR IRIGASI MANJUNTO KIRI HARI INI; PROYEK BWS PRIMER YANG BELUM SELESAI TIDAK MENIMBULKAN KENDALA

01/01/2026

Wakil Bupati Kaur Hadiri Paripurna Pelantikan PAW Anggota DPRD Kaur

31/12/2025

SIAP AMANKAN NATARU, KODIM 0428/MUKOMUKO BERSAMA FORKOPIMDA MUKOMUKO TINJAU POS PENGAWASAN DAN GEREJA DI WILAYAHNYA

31/12/2025

KODIM 0428/MUKOMUKO AWASI PEMBANGUNAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH, PROGRES CAPAI 21% DENGAN TARGET TEKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

31/12/2025

Disclaimer | Hak Jawab dan Koreksi Berita | Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Daerah
    • PERISTIWA
  • Advertorial
  • Pemerintahan
  • PARLEMEN
  • Politik
  • Kabar TNI-Polri
    • HUKUM & KRIMINAL
  • BENGKULU
    • MUKOMUKO
    • LEBONG
    • KAUR
    • BENGKULU SELATAN
    • KEPAHIANG
  • Ekbis
  • Opini
  • SPORT
    • LIFESTYLE
    • KESEHATAN
  • Nasional

JL. Apli RT 37 Kel. Paal Merah Kec. Paal Merah Kota Jambi Kode Pos 36139 Email : aksara24.id@gmail.com Phone / WA : 0811-748-2424|©2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In