Oleh : Arie Suriyanto
Barangkali kalimat diatas layak di jadikan judul sebagai narasi yang akan di persembahkan kepada Pasangan Calon Zumi Laza Zulkifi – Muhammad Aris (LARIS) dengan Pasangan Calon Dillah Hikmah Sari- Muslimin Tanja (DIMINTA).
Keduanya merupakan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur yang akan berkontestasi Politik pada Pemilukada Serentak tanggal 27 Nopember 2024.
Kedua Pasangan Calon tersebut adalah putra/putri terbaik yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Tentunya ada kalimat yang ingin disampaikan untuk kedua pasangan calon tersebut, yaitu apabila masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur, memberikan Amanah kepada salah satu calon tersebut diatas untuk memimpin lima tahun kedepannya ada satu pertanyaan “MAU DIBAWA KEMANA TANJAB TIMUR INI?.
Sebagai Salah Satu Kabupaten Pemekaran berdasarkan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 Tentang Pemekaran Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
24 tahun sudah berlalu usia Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tentunya sudah banyak kemajuan pembangunan yang telah dicapai, meskipun masih terdapat berbagai kekurangan, namun kita sebagai masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Harus optimis bahwa daerah ini kedepannya akan jauh lebih baik dari kondisi yang ada pada saat ini.
Sebagai Salah satu Kabupaten yang berada di wilayah pesisir, tentunya memiliki potensi Sumber Daya Alam yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Bidang pertanian, perkebunan dan peternakan, perikanan laut, pertambangan minyak dan gas merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa.
Namun salah satu penyebab mengapa lambannya perkembangan daerah ini, tentunya di sebabkan oleh letak secara geografis, bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu daerah tujuan yang ada di wilayah Provinsi Jambi.
Sangatlah berbeda apabila dibandingkan dengan daerah lintasan yang biasa dilalui oleh banyak orang untuk menuju daerah lainnya. Sebagai contoh Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dulunya Kabupaten Induk (Tanjung Jabung) yang lebih dikenal dengan Kuala Tungkal merupakan pintu gerbang keluar masuknya kapal-kapal penumpang maupun barang dari Riau Kepulauan yaitu Pulau Batam, sehingga dengan demikian perkembangan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat jauh lebih pesat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berbeda dengan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang merupakan salah satu daerah tujuan, dimana untuk mendatangkan orang-orang untuk berkunjung ke wilayah tersebut, tentunya pemerintah daerah harus mampu merancang suatu konsep perencanaan yang dapat menarik minat para pengunjung untuk datang melihat daya tarik yang dimiliki oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Daya tarik yang dimaksudkan adalah dengan melalui Pengembangan Industri Pariwisata. Keindahan Alam dan Keanekaragaman hayati serta di perkaya lagi dengan sejarah dan tradisi dan budaya yang ada merupakan bagian dari sejarah peradaban yang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Timur terdiri dari berbagai latar belakang suku yang berbeda beda.
Keindahan alam serta multi etnik sejarah peradaban melayu timur, tentunya akan menjadi atraksi Pariwisata menarik untuk di kembangkan sebagai Destinasi Wisata yang mampu memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu wilayah Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki panjang garis pantai mencapai 230 kilometer dari 260 kilometer panjang garis pantai yang dimiliki oleh Provinsi Jambi, artinya 90% berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan sisanya berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Keanekaragaman flora dan fauna, keberadaan habitat berupa burung migran dari daratan siberia yang datang diakhir tahun di bulan Nopember dan terbang ke Benua Australia pada bulan pebruari di awal tahun.
Kawasan Desa Pantai Cemara yang terletak di Kecamatan Sadu merupakan Surga Persinggahan bagi burung-burung migran yang jumlahnya mencapai tidak kurang dari 30.000 sampai 40 .000 burung migran dari daratan Siberia yang terbang sejauh lebih kurang 13.000 kilometer, hanya untuk singgah di pantai yang berpasir hitam selama empat bulan untuk menikmati planton-planton, kepiting kecil sebagai makanan bagi burung-burung migran tersebut.
Selain itu keindahan Kawasan Konservasi Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) seluas 162.700 hektar merupakan salah satu hutan rawa gambut terluas di kawasan Asia Tenggara, memiliki berbagai habitat flora maupun fauna yang memiliki daya tarik tersendiri untuk di kembangkan sebagai destinasi obyek wisata.
Disamping itu keberadaan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jambi seluas lebih kurang 3.625 hektar merupakan kawasan konsevasi hutan bakau dengan berbagai species mangrove yang di dukung oleh berbagai jenis fauna, berupa elang, burung pantai dan masih banyak lagi kekayaan biota-biota laut bagi kelangsungan ekosistem.
Selain itu pengembangan Wisata Bahari seperti mancing, transportasi wisata menuju pulau berhala sangat memungkinkan sekali untuk di kembangkan melalui Pengembangan kawasan ekowisata hutan mangrove.
Pengembangan industri pariwisata tentunya dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui usaha perhotelan, home stay, restaurant, cafe, industri kreatif kerajinan tangan, makanan dan UMKM lainnya, sehingga dengan demikian Pengembangan dan kemajuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat berkembang lebih pesat lagi.
Sesuai dengan judul diatas, tentunya ada harapan dan rasa optimis bagi kita semua tentang mau Dibawa Kemana Tanjab Timur ini kedepannya. Apakah pemimpin yang nantinya terpilih dapat mewujudkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah daerah Tujuan bukan daerah tanpa tujuan.
Penulis adalah Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Tokoh Pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur






































Discussion about this post