Aksara24.id – PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi, resmi meluncurkan dua model motor listrik terbaru, Honda ICON e: dan Honda CUV e:.
Peluncuran ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung elektrifikasi transportasi di Jambi, sekaligus menawarkan solusi kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Acara peluncuran yang bertajuk Regional Public Launching digelar di Lapangan Dwaya Hamsah Jambi pada Minggu, 16 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara, seperti Pound Fit, DJ Performance, Fun Run 5K, serta pameran produk, test ride, dan penawaran spesial bagi pengunjung.
Honda ICON e: dan Honda CUV e: hadir dengan karakteristik yang berbeda guna memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Honda ICON e: didesain sebagai motor listrik yang lincah dan praktis dengan sistem pengisian daya langsung (direct charge). Sementara itu, Honda CUV e: menawarkan teknologi baterai yang dapat ditukar (swappable battery), serta kapasitas baterai yang lebih besar untuk mendukung mobilitas tinggi.
General Manager Marketing Sinsen, Andrew Attan, menegaskan bahwa kehadiran kedua model motor listrik ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam menyediakan solusi transportasi berkelanjutan.
“Peluncuran Honda ICON e: dan Honda CUV e: di Jambi menegaskan komitmen kami dalam mendukung strategi elektrifikasi dan keberlanjutan. Dengan inovasi tinggi, kualitas terjamin, dan standar keselamatan yang sangat baik, kami ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan tentunya ramah lingkungan,” ujar Andrew dalam keterangannya.
Honda ICON e: hadir dengan konsep Advance – Compact, dirancang untuk mobilitas harian yang efisien. Motor ini memiliki tenaga maksimal 1,8 kW, kecepatan hingga 55 km/jam, serta jarak tempuh 53 km dalam sekali pengisian daya. Pengisian baterai dari kosong hingga penuh memakan waktu sekitar 7 jam 20 menit, sementara pengisian dari 25% ke 75% hanya membutuhkan 3 jam 30 menit.
Untuk pengalaman berkendara yang lebih fleksibel, Honda ICON e: dilengkapi dengan dua mode berkendara, yakni ECON untuk efisiensi daya dan STD untuk performa standar. Beberapa fitur unggulan lainnya meliputi panel meter digital penuh, USB charger pada konsol box, serta sistem pencahayaan LED yang lebih efisien.
Sementara itu, Honda CUV e: mengusung konsep Premium – Futuristic, menawarkan performa lebih bertenaga dengan motor listrik berdaya 6 kW. Motor ini mampu melaju hingga 83 km/jam dengan jarak tempuh 80,7 km. Menggunakan dua baterai Honda Mobile Power Pack e:, motor ini dapat diisi ulang menggunakan off-board charger. Pengisian baterai dari kosong hingga penuh memerlukan waktu sekitar 6 jam, sedangkan dari 25% ke 75% hanya membutuhkan 2,7 jam.
Honda CUV e: juga menghadirkan tiga mode berkendara—ECON, STD, dan Sport—yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Motor ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti layar panel TFT yang menampilkan informasi kendaraan, navigasi, kontrol musik, serta sistem Smart Key khas Honda untuk keamanan lebih baik.
Honda ICON e: dibanderol dengan harga Rp 28.307.000 (on the road Jambi) dan tersedia dalam lima pilihan warna: Iconic Mint, Iconic Orange, Iconic Red, Iconic White, dan Iconic Matte Black.
Sementara itu, Honda CUV e: hadir dengan tiga pilihan warna—Stellar Matte White, Stellar Matte Silver, dan Stellar Matte Black—dengan harga Rp 54.986.000 (on the road Jambi) untuk varian standar, serta Rp 60.186.000 untuk tipe RoadSync Duo.
Andrew berharap kehadiran dua model ini dapat memberikan pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus canggih bagi masyarakat Jambi.
“Kami percaya bahwa Honda ICON e: dan Honda CUV e: akan menjadi bagian dari perubahan menuju masa depan yang lebih hijau. Dengan teknologi inovatif dan fitur unggulan, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan peluncuran ini, Honda semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung peralihan menuju kendaraan listrik di Indonesia, seiring dengan tren global dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan. (dr)






































Discussion about this post