Mukomuko, Aksara24.id – 1 Juni 2025 Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi ajang refleksi dan konsolidasi bagi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Bengkulu.
Di tengah suasana libur nasional, organisasi ini tetap menunjukkan semangat kebangsaan dengan menggelar peringatan sederhana, namun penuh makna.
Anggota PPWI Bengkulu, Hidayat Saleh, menyatakan bahwa pihaknya memanfaatkan momen 1 Juni untuk menguatkan solidaritas dan komitmen profesi antaranggota.
Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, tetapi juga nilai dasar yang seharusnya menjadi napas dalam praktik jurnalisme.
“Kami ingin menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap karya jurnalistik yang kami hasilkan. Nilai gotong royong, keadilan, dan persatuan harus tercermin dalam tugas pewarta,” ujar Hidayat dalam keterangannya.
PPWI Bengkulu menggelar peringatan ini secara simbolis dan tanpa kemewahan.
Bagi mereka, kesederhanaan bukan hambatan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Organisasi ini meyakini bahwa menjaga keutuhan sesama jurnalis dan memperkuat profesionalitas justru menjadi kontribusi nyata terhadap bangsa.
Selain itu, Hidayat menilai bahwa tantangan digital dan arus informasi yang kian deras menuntut pewarta warga untuk lebih bertanggung jawab dan berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
“Kami ingin menjadi contoh bahwa jurnalisme yang berakar pada Pancasila akan menghasilkan informasi yang mencerahkan dan tidak memecah belah,” katanya.
Menurut Hidayat, Pancasila memberikan kerangka moral yang penting bagi jurnalis, terutama dalam menghadapi tekanan opini, kepentingan politik, dan arus informasi hoaks.
Karena itu, ia mendorong seluruh anggota PPWI agar menjadikan ideologi bangsa ini sebagai benteng dalam bekerja.
PPWI Bengkulu terus meneguhkan dirinya sebagai organisasi yang tidak hanya profesional, tetapi juga nasionalis.
Dalam suasana Hari Lahir Pancasila, mereka menyatukan tekad untuk memperkuat integritas, menjaga solidaritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam dunia jurnalistik.
“Semangat Pancasila harus menyatu dalam diri jurnalis warga. Kami akan terus menjaga marwah jurnalisme yang bersih, jujur, dan berpihak pada kepentingan publik,” tutup Hidayat. (**)






































Discussion about this post