Mukomuko, Aksara24.id — Petani di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, menghadapi ancaman serius terhadap hasil panen mereka, Kamis(26/6/2025).
Saluran irigasi utama yang menyuplai air ke lahan pertanian di desa tersebut mengalami penyumbatan akibat tumpukan batu.
Akibatnya, ratusan hektare sawah kekurangan air dan terancam gagal panen.
Petani setempat mengaku frustrasi melihat lahan mereka mengering, terutama setelah mereka menanam padi pada awal musim tanam.
Beberapa warga menduga ada pihak yang sengaja menimbun saluran tersebut, sebab material batu menutup jalur air tanpa ada tanda proyek resmi atau papan informasi pekerjaan di lokasi.
“Kalau saluran air tetap tersumbat, kami bisa gagal panen. Ini bukan cuma kerugian buat petani, tapi juga bisa berdampak pada ketahanan pangan daerah,” ujar salah satu petani, Agus (45), yang lahan sawahnya mulai mengering sejak sepekan terakhir.
Warga telah meminta pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera membongkar material yang menghalangi aliran air.
Mereka juga mendesak aparat menelusuri siapa yang bertanggung jawab atas penyumbatan tersebut.
Ketua kelompok tani Desa Lubuk Sanai, Hasanuddin, menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas pertanian dan pengairan agar masalah ini segera diatasi.
“Kami ingin tindakan cepat, jangan tunggu sampai padi kami mati semua,” tegasnya.
Masalah ini turut menyoroti pentingnya pengawasan terhadap infrastruktur irigasi di wilayah pedesaan.
Petani juga mendorong pemerintah untuk membentuk sistem pelaporan masyarakat agar setiap gangguan terhadap fasilitas umum bisa segera diketahui dan ditangani.
Sebagai solusi jangka panjang, warga mengusulkan adanya pelatihan pengelolaan irigasi dan forum komunikasi antara petani, pemerintah desa, dan instansi teknis.
Harapannya, ke depan masyarakat tidak hanya bisa merawat sistem irigasi secara kolektif, tapi juga lebih tanggap terhadap ancaman yang bisa merugikan sektor pertanian.
Dengan langkah cepat dan sinergi antar pihak, warga berharap distribusi air bisa kembali normal agar pertanian tetap berjalan dan hasil panen tahun ini tidak gagal total. (HS)






































Discussion about this post