Bengkulu, Aksara24.id – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Sport Center, Pantai Panjang Kota Bengkulu, untuk menyaksikan malam pembukaan Festival Tabut 2025.
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bengkulu, Ny. Yanti Mardiyono, ikut hadir dalam seremoni pembukaan yang berlangsung meriah.
Kapolda Bengkulu menunjukkan dukungan institusional terhadap pelestarian budaya lokal melalui kehadirannya.
Ia bergabung dengan para tokoh nasional dan daerah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk perwakilan dari tiga kementerian: Pariwisata, Pertanian, dan Koperasi dan UMKM.
Selain itu, sejumlah pejabat dari Forkopimda Bengkulu, Anggota DPD RI, dan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia turut hadir.
Festival Tabut yang telah menjadi ikon budaya tahunan di Bengkulu kembali digelar dengan skala besar, melibatkan masyarakat secara luas serta pelaku seni budaya.
Malam pembukaan diawali dengan pembacaan doa dan laporan dari panitia pelaksana.
Gubernur Bengkulu memberikan sambutan resmi, disusul oleh sambutan dari perwakilan Kementerian Pariwisata.
Sebagai penanda dimulainya festival, Gubernur bersama Forkopimda, termasuk Kapolda Bengkulu, memukul dol secara simbolis.
Dol merupakan alat musik tradisional Bengkulu yang selalu hadir dalam setiap perayaan Tabut.
Usai pembukaan resmi, panggung utama menampilkan tarian kreasi daerah dan pertunjukan budaya lainnya yang memikat penonton.
Masyarakat Bengkulu menyambut festival ini dengan antusias, karena menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus daya tarik wisata yang kuat.
Kapolda Bengkulu menyampaikan harapannya agar Festival Tabut 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat identitas kebudayaan daerah.
“Festival ini adalah momentum penting untuk menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Bengkulu memiliki warisan budaya yang unik dan berharga,” ujar Kapolda usai pembukaan.
Polda Bengkulu memastikan pengamanan kegiatan berlangsung optimal.
Petugas menjaga ketertiban di seluruh area acara sehingga pelaksanaan malam pembukaan berjalan aman dan lancar.
Rangkaian Festival Tabut 2025 akan berlangsung selama 10 hari, mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2025.
Selama itu, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan seperti prosesi budaya, pertunjukan religi, dan bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Pemerintah dan aparat berharap event ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam melestarikan budaya Bengkulu secara berkelanjutan. (**)






































Discussion about this post