Bengkulu, Aksara24.id – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani, meninjau langsung kesiapan personel pengamanan menjelang puncak Festival Tabut 2025.
Ia mengunjungi sejumlah titik strategis di Kota Bengkulu, termasuk pos pengamanan utama yang menjadi pusat pengendalian situasi selama perhelatan budaya tersebut berlangsung.
Brigjen Dicky memimpin langsung sesi Analisa dan Evaluasi (Anev) untuk memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur.
Ia ingin memastikan bahwa sistem pengamanan benar-benar efektif dan mampu merespons potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di tengah padatnya aktivitas festival.
“Kami ingin memastikan setiap personel siap dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat harus merasakan kehadiran Polri dalam setiap sudut kegiatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam bentuk rasa aman,” tegasnya saat memberi arahan kepada petugas.
Selama kunjungan, Wakapolda juga memeriksa fasilitas pendukung di setiap pos pengamanan, seperti alat komunikasi, logistik, dan pengaturan lalu lintas.
Ia meminta seluruh personel tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas serta menjaga interaksi yang baik dengan pengunjung maupun warga sekitar.
Brigjen Dicky mengingatkan agar petugas tetap waspada terhadap berbagai potensi gangguan, termasuk kepadatan lalu lintas dan konsentrasi massa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mendukung kelancaran Festival Tabut, mengingat acara ini menjadi magnet wisata dan kebudayaan tahunan di Bengkulu.
“Festival Tabut bukan hanya acara daerah, tapi simbol kebanggaan budaya. Maka sudah sepatutnya kita kawal dengan maksimal agar semua rangkaian kegiatan berjalan tertib dan berkesan,” ujarnya.
Polda Bengkulu telah menempatkan ratusan personel di berbagai titik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Polri juga membuka layanan pengaduan dan bantuan langsung di lokasi acara.
Dengan pengawasan yang konsisten dan respons cepat terhadap dinamika lapangan, Polda Bengkulu menargetkan Festival Tabut 2025 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun sektor pariwisata daerah. (**)






































Discussion about this post