Aksara24.id – Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tampil beda. Bukan sekadar seremonial kebaya dan puisi perjuangan, OJK menggelar perayaan bertema “Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas” dengan sorotan tajam pada isu yang jarang disentuh integritas perempuan dalam menghadapi tsunami digital dan jebakan pinjaman online.
Di tengah gegap gempita perayaan hybrid yang diikuti ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia, Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa integritas bukan sekadar slogan.
“Negara dengan kesetaraan gender yang baik terbukti lebih bersih dari korupsi. Ini bukan kebetulan. Ini bukti kekuatan perempuan dalam mengubah arah bangsa,” ujarnya lantang.
Sophia juga mengkritik fenomena sosial yang selama ini cenderung dibiarkan: budaya konsumtif yang menyeret perempuan khususnya ibu rumah tangga dan guru ke jeratan pinjaman online ilegal.
“Dampak FOMO itu nyata, dan perempuan jadi korban utamanya. Kita harus memutus rantai ini sejak dari rumah,” tegasnya.
Tak hanya bicara, OJK membuktikan komitmen lewat kebijakan nyata: sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan di seluruh satuan kerja, pengendalian gratifikasi ketat, dan integrasi sistem pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System) yang ramah akses.
Dukungan dari pejabat negara pun mengalir deras. Duta Besar RI untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin, menyebut perempuan sebagai “penggerak utama perubahan.”
Sementara Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, mengingatkan bahwa kompetitor terbesar ibu masa kini bukan lagi sekolah, tapi Google.
“Etika, empati, dan moral itu tak bisa diajarkan oleh algoritma. Perempuanlah yang punya peran utama menanamkannya,” katanya.
Dalam sesi yang penuh refleksi sekaligus inspirasi, OJK mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk berani tampil bukan hanya sebagai pekerja keras, tapi juga penjaga nilai.
“Habis gelap terbitlah terang” Kartini sudah menyalakan api, kini saatnya kita menjaga nyalanya tetap menyala, dengan integritas sebagai bahan bakar utama.” (dr)






































Discussion about this post