Aksara24.id – Gubernur Jambi, menegaskan pentingnya memperkuat jalinan silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan pasca-Ramadhan, saat menghadiri Halal Bihalal bersama masyarakat Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Rabu (23/4).
Kegiatan ini digelar di Lapangan Madrasah Saadatul Ulya dan turut dihadiri oleh jajaran Pemkot Jambi, tokoh masyarakat, serta ulama.
Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Jambi.
Ia menekankan, kendati umat Islam mungkin merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda, semangat persatuan tetap menjadi prioritas utama di Provinsi Jambi.
“Di tengah perbedaan, kita tetap satu dalam semangat Lebaran. Jambi memberikan contoh bahwa keberagaman bisa dirayakan dalam harmoni,” ujar Al Haris.
Lebih dari sekadar simbol silaturahmi, momen ini juga menjadi sarana bagi Gubernur Al Haris untuk menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami sadar, belum semua harapan masyarakat terwujud, termasuk dalam hal infrastruktur. Tapi percayalah, kami terus berbenah,” ucapnya tulus di hadapan ratusan warga.
Gubernur juga menyinggung pentingnya menyelesaikan kewajiban pribadi seperti utang-piutang di bulan Syawal. Menurutnya, kejujuran dan komunikasi terbuka adalah fondasi kehidupan bermasyarakat yang sehat.
Dukungan terhadap Kota Jambi sebagai etalase provinsi turut menjadi sorotan. Gubernur menegaskan, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota akan terus diperkuat, termasuk penanganan titik rawan banjir dan penataan lingkungan kota.
“Kami ingin Kota Jambi menjadi wajah terbaik Provinsi Jambi. Bersama Wali Kota, kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan itu,'”tegasnya.
Halal Bihalal ini turut menghadirkan tausiah dari Ustadz Anugrah Cahyadi, atau yang lebih dikenal sebagai Ustadz Ucay, yang menekankan pentingnya saling memaafkan untuk membuka pintu keberkahan.
Menutup sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan harapan agar doa dan dukungan masyarakat terus mengalir bagi kelancaran tugas pemerintah.
Ia juga menyatakan telah membuka pintu maaf untuk semua pihak, demi melangkah bersama ke masa depan yang lebih baik.
“Mari kita tinggalkan beban masa lalu. Dengan saling memaafkan, insya Allah hidup kita jadi lebih ringan,” tutupnya.






































Discussion about this post