Aksara24.id – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga adat sebagai fondasi pembangunan di Provinsi Jambi. Prinsip yang dikenal sebagai Tali Tigo Sapilin itu disebut menjadi roh penggerak harmonisasi sosial dan pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris saat acara Pengukuhan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi sebagai Pembina dan Pemangku Adat, serta Halal Bihalal dan Pengukuhan Forkompimda sebagai Pembina Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Sabtu (26/4).
“Menata negeri ini tidak bisa sendiri. Pemerintah, ulama, dan lembaga adat harus berjalan seiring, bahu-membahu membangun masyarakat Jambi,” ujar Al Haris dalam sambutannya.
Gubernur Al Haris bersama Wakil Gubernur, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), dikukuhkan sebagai pembina adat, termasuk di antaranya Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, hingga Kepala Pengadilan Tinggi Agama Jambi.
Lebih lanjut, Al Haris menekankan bahwa Lembaga Adat Melayu Jambi berperan penting dalam merangkul seluruh masyarakat Jambi, baik yang tinggal di provinsi maupun perantauan.
“Kami mengapresiasi dedikasi Lembaga Adat Melayu Jambi yang terus bersinergi mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam memperkuat hukum adat yang kini semakin dikenal dan dihormati, terutama di kawasan perkotaan,” tambahnya.
Ia juga meminta bimbingan berkelanjutan dari lembaga adat dan para ulama agar roda pemerintahan berjalan lebih terarah dan sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM menegaskan pentingnya pelestarian adat sebagai identitas daerah di tengah tantangan globalisasi.
“Kami optimistis, dengan kepemimpinan saat ini, nilai-nilai budaya akan terus dijunjung tinggi, menjadi ruh dalam pembangunan berkelanjutan Jambi,” kata Hasan Basri Agus.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Muhammad Hafis, Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar, Danrem Brigjen TNI Heri Purwanto, serta Kepala Pengadilan Tinggi Agama Dr. Yusuf Buchori. (Adv/*)






































Discussion about this post