Aksara24.id – Gubernur Jambi Al Haris, menyoroti meningkatnya kasus judi online di kalangan pelajar sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.
Dalam acara Talk Show Maraknya Judi Online di Kalangan Pelajar yang digelar di SMK PGRI 2 Jambi, Senin (19/5), Gubernur menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mencegah dampak buruk kemajuan teknologi digital yang disalahgunakan.
“Judi online bukan hanya merusak mental, tapi juga menghancurkan prestasi belajar dan masa depan pelajar. Kita tidak bisa lagi menganggap ini persoalan kecil,” tegas Al Haris dalam sambutannya.
Gubernur mengapresiasi pihak sekolah dan yayasan yang telah menginisiasi diskusi publik mengenai fenomena ini.
Ia menyebut bahwa selain pelajar, ibu rumah tangga juga mulai terjerat dalam ekosistem digital yang bermasalah, seperti pinjaman online ilegal yang kian marak.
Dalam pemaparannya, Al Haris juga mengungkapkan data yang ia peroleh langsung dari Kapolri saat menghadiri forum di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Berdasarkan laporan siber, tingkat aktivitas judi online di Provinsi Jambi tergolong tinggi dan mayoritas pelakunya berusia antara 10 hingga 20 tahun.
“Banyak di antara mereka yang main judi pakai komputer sekolah, komputer kantor, dan itu bisa dilacak. Ini menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini, dan kita harus bertindak cepat,” ungkap Al Haris.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jambi tengah memfinalisasi Instruksi Gubernur yang akan melarang pelajar membawa ponsel android ke sekolah. Aturan tersebut ditargetkan akan selesai dalam minggu ini dan segera disosialisasikan ke seluruh satuan pendidikan di wilayah Jambi.
“Anak-anak sekarang terlalu mudah akses HP, kadang justru jadi racun. Kita akan keluarkan Ingub agar HP tak lagi dibawa ke sekolah,” jelasnya.
Selain itu, Al Haris juga mendorong penguatan karakter dan keimanan pelajar melalui gerakan Safari Subuh yang telah dirintisnya.
Ia meyakini bahwa pendidikan spiritual dan pembiasaan ibadah sejak dini adalah pondasi kuat untuk menolak pengaruh negatif teknologi.
Gubernur juga menyambut baik rencana Menteri Pendidikan yang ingin mengembalikan fokus pembelajaran pada buku pelajaran fisik, bukan sepenuhnya bergantung pada gawai digital. Ia menilai buku lebih membekas dalam ingatan dan membentuk kebiasaan membaca yang positif.
“Saya sangat setuju kalau anak-anak kita kembali ke buku. Membaca buku membuat kita lebih paham dan ingat, beda dengan sekadar scroll HP,” pungkasnya.
Sebagai simbol komitmen bersama, Gubernur Al Haris turut menandatangani Kesepakatan Gerakan Melawan Judi Online bersama para guru SMA dan SMK se-Kota Jambi dalam acara tersebut. (dn/*)






































Discussion about this post