Lebong, Aksara24,id – Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, secara resmi meluncurkan Program Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025 melalui kegiatan penanaman jagung di Desa Tik Jeniak, Kecamatan Lebong Selatan, Rabu (14/5/2025).
Peluncuran ini menjadi langkah awal implementasi Dana Desa Tahun 2025, yang difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagai respons terhadap potensi kerawanan pangan di masa mendatang.
“Desa Tik Jeniak menjadi desa pertama yang memulai program ini. Saya berharap 92 desa lainnya segera menyusul,” ujar Wabup Bambang dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian, agar pelaksanaan program berjalan maksimal di seluruh wilayah.
“Silakan setiap desa menyesuaikan komoditas pangan dengan kondisi lokal. Yang terpenting, semangat membangun ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Penjabat Kepala Desa Tik Jeniak, Damrozi, menyampaikan bahwa pihak desa telah menyiapkan dua lahan khusus untuk penanaman jagung. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wabup Bambang dalam peluncuran program tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Wakil Bupati atas dukungan dan kehadirannya. Kami juga berterima kasih kepada TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan, BPD, serta seluruh masyarakat atas partisipasinya,” ujar Damrozi.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen desa. Tanpa gotong royong, kata dia, program tidak akan berkelanjutan.
Peluncuran program ini turut dihadiri Anggota DPRD Lebong Debi Sanca Irama, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan Dinas Perikanan, Camat Lebong Selatan, jajaran Polsek dan Danramil Lebong Selatan, serta tenaga ahli dan pendamping desa.
Program ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Lebong dalam mendorong kemandirian pangan desa dan membangun fondasi ekonomi produktif berbasis potensi lokal. (Yol/Adv)






































Discussion about this post