Jawa Tengah, Aksara24.id – Sebuah video viral yang menunjukkan aksi oknum satpam di Kendal berlaku arogan terhadap pedagang kaki lima (PKL) telah memicu kemarahan publik.
Pada Senin, 26 Mei 2025, video berdurasi 25 detik tersebut menunjukkan komandan satpam bernama Dandung membentak dan menendang lapak dagangan PKL di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Dalam video tersebut, terlihat pedagang bernama Subiah terjatuh saat berusaha memindahkan lapaknya, namun oknum satpam tersebut tidak membantu, bahkan meninggalkan ibu tersebut terjatuh.
Aksi ini memicu kemarahan warga Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, yang kemudian mendatangi Kawasan Industri Kendal untuk meminta pertanggungjawaban.
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menyesalkan tindakan oknum satpam tersebut dan meminta warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
Ia berharap masalah ini dapat diselesaikan melalui mediasi.
“Kami meminta warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis,” kata Benny.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyatakan bahwa KEK Kendal tidak pernah memerintahkan tindakan kekerasan terhadap PKL dan bahwa mereka sebenarnya membuka peluang bagi PKL untuk berjualan di area yang telah ditentukan.
“KEK Kendal tidak anti-PKL, namun meminta PKL untuk mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku,” kata Juliani.
KEK Kendal telah menyediakan tempat khusus untuk PKL berjualan dan menggandeng pengusaha UMKM dan mikro untuk mendukung perekonomian lokal.
“Kami ingin membantu PKL untuk meningkatkan perekonomian mereka, bukan menghambat,” kata Juliani.
Aksi oknum satpam di Kendal yang berlaku arogan terhadap PKL telah memicu kemarahan publik.
Pemerintah dan pihak terkait telah bereaksi terhadap insiden ini dan berharap masalah ini dapat diselesaikan melalui mediasi.
KEK Kendal juga telah membuka peluang bagi PKL untuk berjualan di area yang telah ditentukan dan menggandeng pengusaha UMKM dan mikro untuk mendukung perekonomian lokal. (HS)






































Discussion about this post