NTT, Aksara24.id – Perjuangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo dalam membantu warga Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pembangunan sumur bor, kini memunculkan kisah inspiratif.
Bantuan tersebut tidak hanya menyelamatkan warga dari krisis air bersih, tetapi juga menumbuhkan mimpi baru bagi lima anak muda di pulau itu.
Lima pemuda dan pemudi asal Palue—Fransiska Eka Saputri Nona, Frederikus Fajar Wongga, Yulius Wendra Mangge Pase, Miky Carolus Sawu, dan Damasus Rolandino Ndae—berhasil lolos dalam seleksi Bintara Polri.
Mereka mengaku termotivasi oleh kepedulian yang ditunjukkan Kapolri terhadap daerah terpencil mereka.
“Beliau datang bukan untuk seremonial. Beliau hadir untuk mendengar, melihat, dan kemudian memberi solusi. Sumur bor pertama di pulau kami adalah hadiah yang luar biasa,” ujar Frederikus dalam pesan videonya, Sabtu (12/7/2025).
Frederikus mengenang kondisi sulit yang dialami masyarakat Palue saat krisis air bersih melanda.
Saat itu, Kapolri datang dan menginisiasi pengeboran sumur yang akhirnya berhasil menghasilkan air bersih pada Oktober 2023.
Bagi warga, air bersih itu lebih dari sekadar fasilitas, melainkan simbol harapan dan perhatian negara.
“Kami datang ke pendidikan Bintara Polri bukan hanya demi kami, tapi untuk mama-mama, untuk warga kami yang dulu harus menempuh jarak jauh demi seember air. Sekarang kami ingin jadi cahaya seperti yang dulu Kapolri bawa ke Palue,” tambahnya.
Senada dengan Frederikus, Damasus Rolandino Ndae menyatakan tekad kelima peserta untuk mengabdi dengan sepenuh hati.
Ia berjanji akan menjadi polisi yang bekerja untuk rakyat, sebagaimana contoh yang telah ditunjukkan Kapolri.
“Bapak Kapolri, terima kasih karena sudah hadir, melihat, dan memberi cahaya untuk mimpi kami di ujung timur Indonesia. Dari Palue, kami bersumpah membawa harapan yang sama,” katanya.
Kunjungan Kapolri ke Palue pada Agustus 2023 lalu bukan sekadar agenda seremonial.
Selain menyapa warga secara langsung, Kapolri juga menyalurkan bantuan sumur bor dan layanan kesehatan.
Proyek pengeboran sumur yang dimulai pada 15 Agustus berhasil mengalirkan air bersih pada 20 Oktober 2023.
Warga pun menyambutnya dengan suka cita dan syukur.
“Kapolri sudah kasih kami air. Kami sangat bahagia. Terima kasih, luar biasa Kapolri dan Ibu. Tuhan memberkati,” tutur seorang ibu sambil mengantre air bersih dengan jeriken.
Kisah lima pemuda Palue yang kini bersiap menjadi anggota Polri membuktikan bahwa aksi nyata memiliki dampak panjang.
Bantuan air bersih yang diberikan Kapolri tidak hanya menyejukkan dahaga, tetapi juga membakar semangat anak-anak negeri untuk melangkah ke jalan pengabdian. (**)






































Discussion about this post