Bengkulu Utara, Aksara24.id – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Bengkulu menghadiri acara Syukuran dan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bengkulu Utara.
Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di Bengkulu ini disambut hangat oleh para pengurus dan anggota PSHT.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam itu menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan organisasi bela diri berbasis masyarakat.
Kapolda Bengkulu mengajak seluruh anggota PSHT untuk terus menjaga komitmen terhadap nilai-nilai persaudaraan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga PSHT yang selalu mengedepankan persatuan, kedisiplinan, dan kontribusi positif untuk masyarakat. Kami berharap PSHT menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ungkap Irjen Pol. Mardiyono dalam sambutannya.
Menurutnya, organisasi bela diri seperti PSHT memiliki potensi besar dalam membina generasi muda dan menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan untuk membangun lingkungan yang aman dan sejuk.
Ketua PSHT Cabang Bengkulu Utara menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kehadiran Kapolda Bengkulu beserta rombongan.
Ia menyatakan komitmen PSHT untuk terus bersinergi dengan aparat keamanan dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“PSHT bukan hanya soal bela diri, tetapi juga tentang karakter, persaudaraan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Dengan kehadiran Kapolda, kami merasa dihargai dan semakin semangat untuk berbuat lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Syukuran dan pengesahan warga baru menjadi momen penting bagi PSHT, karena menandai bergabungnya anggota baru yang telah melalui serangkaian proses pembinaan dan latihan.
Dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, para peserta juga diajak untuk menjaga persatuan dan menjauhkan diri dari konflik atau penyalahgunaan kekuatan bela diri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara Polri dan keluarga besar PSHT.
Momen ini menunjukkan bahwa sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun keamanan yang inklusif dan berkelanjutan di Bengkulu Utara. (**)






































Discussion about this post