Kaur, Aksara24.id – Pemerintah Desa Talang Padang, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur resmi membentuk Koperasi Desa “Merah Putih” melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar pada Senin, 20 Mei 2025 di balai desa.
Musdes ini menjadi langkah awal strategis untuk memperkuat perekonomian desa lewat gerakan koperasi yang dikelola langsung oleh warga.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Talang Padang, Edi Ismanto, yang menegaskan pentingnya kehadiran koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat yang adil dan transparan.
“Pembentukan koperasi ini bukan hanya memenuhi kebutuhan administratif desa, tapi juga menjadi tonggak kebangkitan ekonomi mandiri warga. Koperasi adalah milik kita bersama, dikelola untuk kesejahteraan bersama,” ujar Edi dalam sambutannya.
Musyawarah ini turut dihadiri Camat Kinal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Ketua dan Anggota BPD, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Camat Kinal pun memberikan dukungan penuh atas terbentuknya koperasi ini dan berharap koperasi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya apresiasi langkah desa ini. Koperasi harus berjalan dengan prinsip kejujuran dan keterbukaan, agar masyarakat percaya dan mau terlibat aktif,” kata Camat Kinal dalam arahannya.
Sesi teknis mengenai pembentukan dan pengelolaan koperasi dipandu oleh pendamping desa.
Setelah melalui diskusi dan kesepakatan bersama, berikut susunan struktur kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih yang terbentuk:
- Ketua: Agusta Kurniawan
- Wakil Ketua Bidang Anggota dan Usaha: Riri Putra dan Sun
- Sekretaris: Ozan Tri Ramadhan
- Bendahara: Emi Septiana
Selain pengurus inti, forum juga menetapkan tim pengawas koperasi yang akan memastikan jalannya koperasi sesuai prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Koperasi Merah Putih sendiri dirancang sebagai unit usaha milik desa yang akan mengelola simpan pinjam, perdagangan kebutuhan pokok, serta pelayanan masyarakat lainnya secara mandiri.
Dengan pengelolaan yang baik, koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
“Kami ingin koperasi ini bukan sekadar papan nama, tapi benar-benar hidup dan membantu warga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” tutup Edi Ismanto dengan penuh harap.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian ekonomi melalui penguatan kelembagaan berbasis masyarakat. (Jahri)






































Discussion about this post